Anggaran Gerakan Pramuka Harus Ditingkatkan

10-01-2018 / PIMPINAN

Plt. Ketua DPR RI, Fadli Zon menerima kunjungan kehormatan Organisasi Pengurus Kwarnas Pramuka, Adyaksa Dault, di Gedung DPR RI/Foto:Runi/Iw

 

Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menjalankan misi pembentukan karakter generasai bangsa dan program pemerintah revolusi mental. Namun, peran strategis ini nampaknya belum menjadi perhatian serius pemerintah. Hal itu pun terlihat dari sisi dukungan anggaran untuk Gerakan Pramuka yang minim saat ini. Menurut Plt. Ketua DPR RI Fadli Zon, anggaran untuk Gerakan Parmuka harus ditingkatkan.

 

“Jadi kami sangat mendukung kegiatan Pramuka, bahkan mengingatkan Pemerintah, melalui Komisi X agar anggaran untuk Pramuka ini harus tetap ada. Bahkan seharusnya ditingkatkan dari sebelumnya, bukan malah dikurangi dan dibatasi,” papar Fadli saat menerima Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault beserta Pengurus, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/01/2018). 

 

Menurut politisi F-Gerindra itu, Pramuka dalam era modern ini sangat penting, terutama dalam mengembangkan sifat patriotisme dan nasionalisme di kalangan remaja sekarang. Di dalam organisasi kepramukaan bisa menumbuhkan rasa kebersamaan antar anggota. Dengan fungsi dan manfaat yang besar untuk mencetak generasi bangsa yang unggul seharusnya Pramuka mendapatkan dukungan anggaran yang mencukupi.

 

“Dari sisi anggaran, sebagai tugas DPR dalam rangka pengawasan tentu kita akan mengingatkan kepada Pemerintah bahwa anggaran Pemerintah ini harus diadakan, dan harus sampai, karena ini sangat bermanfaat bagi masyarakat anggota, khususnya mereka yang masih muda-muda, usia sekolah, usia produktif. Dalam formative years, pembentukan watak, karakternya itu dilatih dari kegiatan-kegiatan parmuka ini," jelas Fadli. 

 

Dalam UU No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, disebutkan bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup bagi setiap warga negara demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Pengembangan potensi diri sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam berbagai upaya penyelenggaraan pendidikan, antara lain melalui Gerakan Pramuka.

 

“Revolusi mental itu harusnya Pramuka dikedepankan. Anggaran kegiatan waktu saya Menpora itu Rp 45 miliar dengan 22 anggota Kwarnas. Andi Malarangeng demikian, Roy Suryo juga demikian. Untuk tahun ini kita tidak mendapatkan dana sama sekali dari pemerintah melalu Kemenpora. Tahun lalu kami mendapatkan Rp 10 miliar, bahkan untuk kegiatan Raimunan kami sepeserpun tidak dapat,” papar Adhyaksa. 

 

Gerakan Pramuka selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan mempunyai peran besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda, sehingga memiliki pengendalian diri dan kecakapan hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global. (eko/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Fadli Zon Dukung Rencana Silaturahmi Nasional BEM Se-Indonesia
23-04-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendukung penuh rencana silaturahmi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia yang diprakarsai oleh...
Ketua DPR Minta Semua Ormas Aktif Jaga Stabilitas Politik
20-04-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta semua organisasi kemasyarakatan terlibat aktif menjaga stabilitas politik Indonesia. Terlebih dalam tahun politik ini...
DPR Gelar ‘Lomba Kritik DPR 2018’
19-04-2018 / PIMPINAN
Kritik sangat dibutuhkan dalam kehidupan negara yang demokratis, karena dengan adanya kritik maka akan membuat sistem politik menjadi sebuah sistem...
Fadli Zon: Pemerintah Istimewakan TKA
19-04-2018 / PIMPINAN
Tenaga Kerja Asing (TKA) terbukti diistimewakan pemerintah. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing nyata tak...