Penggabungan Perguruan Tinggi Jangan Timbulkan Konflik

11-01-2018 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra. Foto : Arief/Man

 

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengingatkan rencana penggabungan (merger) Perguruan Tinggi agar tidak menimbulkan konflik. Menurutnya, rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tersebut perlu dilakukan  kajian demografi dan regulasi.

 

“Rencana pemerintah yang ingin menggabungkan Perguruan Tinggi perlu dikaji secara mendalam. Karena indikator jumlah minimal seribu mahasiswa yang harus dimiliki kampus, harus dievaluasi dari sebaran demografi dan regulasi penerimaan mahasiswa oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di sekitarnya,” kata Sutan saat dihubungi Parlementaria, Kamis (11/01/2018).

 

Menurut politisi F-Gerindra itu, jika dua faktor tersebut tidak dikaji secara baik, maka akan terjadi berbagai konflik yang merugikan masyarakat, khususnya mahasiswa.

 

“Penggabungan Perguruan Tinggi jangan sampai menimbulkan konflik kepentingan dari para pihak, apakah itu mahasiswa dengan institusi, yayasan dengan yayasan, atau dengan pemerintah sendiri,” tandas Sutan.

 

Sutan menilai, alasan pemerintah yang ingin memperbaiki tata kelola dan kualitas dari perguruan tinggi itu terkesan prematur atau jalan pintas.

 

“Saya sependapat bila dikatakan bahwa Perguruan Tinggi kecil yang ada di Tanah Air, masih belum banyak yang memiliki kualitas yang baik. Tetapi ini seyogyanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk mengupayakan perbaikan tata kelola mereka, bukan malah mereduksi eksistensi kampus tersebut,” paparnya.

 

Selain itu, Indonesia masih membutuhkan perluasan akses masyarakat ke Perguruan Tinggi, karena di daerah tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk kuliah pada kampus yang ada di ibukota provinsi atau luar daerah.

 

“Kebijakan ini justru akan mendegradasi perluasan kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi,” pungkas politisi asal dapil Jambi itu. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pentingnya Siapkan SDM Penuhi Standar Kompetensi
20-07-2018 / KOMISI X
Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Indonesia harus menyiapkan tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi. Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik...
Pentingnya Pengembangan Pendidikan Vokasi untuk Penguasaan Keterampilan
20-07-2018 / KOMISI X
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan untuk penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis sesuai dengan kebutuhan pasar. Pengembangan perlu dilakukan,...
Pendidikan Vokasi Siapkan Tenaga Kerja Trampil
20-07-2018 / KOMISI X
Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020-2030, ini akan menjadi modal besar pembangunan bila mempunyai kompetensi yang tinggi melalui...
Komisi X Apresiasi Atas Sarpras SMK Padang
20-07-2018 / KOMISI X
Pendidikan vokasi merupakan pendidikan untuk penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis. Karena itu fokus Kunjungan Spesifik Komisi X...