Menpora Harus Buka Komunikasi Selesaikan Polemik Anggaran Pelatnas

11-01-2018 / KOMISI X

Wakil Ketua Komisi Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. Foto : Andri/Man

 

Wakil Ketua Komisi Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta Menteri Pemuda dan Olahraga untuk membuka komunikasi yang lebih luwes dengan para induk cabang olahraga (cabor), khususnya terkait anggaran program pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) bagi atlet menjelang Asian Games 2018.

 

“Pola komunikasi yang dibangun mungkin ada yang mandek selama ini, jadi seolah tidak ketemu antara keinginan pengurus induk cabor dengan Kemenpora,” ujar Fikr, dalam rilis yang diterima Parlementaria, Kamis (11/01/2018).

 

Menurut politisi F-PKS itu, sistem pengajuan proposal anggaran Pelatnas secara langsung oleh induk Cabor merupakan model yang sama sekali baru diterapkan. Sementara sebelumnya, Satlak Prima yang mengatur penganggaran dan distribusinya ke cabor dan atlet.

 

Pasca pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) oleh Peraturan Presiden No.95 tahun 2017, maka pelaksanaan dan penganggaran pelatnas diserahkan langsung ke induk cabor. Masalah yang muncul, belum tentu semua pengurus induk cabor memahami pola usulan atau proposal penganggaran yang sesuai dengan ketentuan, karena menggunakan dana APBN.

 

“Tentunya tidak cukup Juknis (Petunjuk Teknis) pembuatan proposal saja, tetapi juga bagaimana pendampingannya sampai tuntas. Selain itu, bagaimana induk cabor dapat secara optimal menyerap kuota anggaran yang tersedia juga harusnya dikomunikasikan. Tidak adil rasanya bila cabor yang potensial atau ditarget emas mendapat porsi anggaran yang sama dengan cabor lain,” jelasnya.

 

Untuk itu, menurut Fikri pembahasan intens perlu dilakukan antara pemangku kepentingan di pemerintah dan para cabor. Hal ini guna menjaga transparansi pembahasan anggaran atau proposal Pelatnas, kalau perlu juga melibatkan tim konsultasi teknis dari unsur BPK, BPKP, KONI, dan Kementerian Keuangan.

 

“Sebaiknya juga, target dari tim ini adalah mengoptimalkan kuota anggaran yang tersedia berdasarkan prioritas prestasi cabor. Pada akhirnya hal itu akan mengoptimalkan pendapatan emas di Asian Games,” pesan politisi asal dapil Jawa Tengah itu.

 

Sebelumnya, beberapa induk cabor mengkritik Kemenpora karena anggaran Pelatnas banyak yang dipotong.  Kritik tersebut turut menuai reaksi Wapres Jusuf Kalla yang meminta Kemenpora tidak memangkas anggaran cabor prioritas.

 

Diketahui, mekanisme pengusulan anggaran pelatnas cabor untuk persiapan Asian Games 2018 dilakukan oleh masing-masing pengurus induk cabor, yang kemudian diverikasi oleh tim di bawah Kemenpora.  Namun, usulan anggaran sebagian besar dipangkas oleh tim verifikasi karena dianggap tidak sesuai ketentuan atau terlalu berlebih.

 

Pelatnas Asian Games untuk 40 cabor dianggarkan oleh Pemerintah sebesar Rp 735 miliar.  Kemudian atas perintah Ketua Pengarah yang juga WaPres Jusuf Kalla, 70 persennya atau sebesar Rp. 514,5 miliar harus betul-betul untuk kepentingan pelatihan dan prestasi atlet, sedangkan 30 persennya baru untuk belanja operasional lain-lain. Namun, tim verifikasi hanya meloloskan rekomendasi anggaran bagi pelatnas sebesar Rp 427,58 miliar. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Sayangkan Atlet Judo Berhijab Didiskualifikasi
09-10-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menyayangkan terdiskualifikasinya atlet Judo Blind Indonesia Miftahul Jannah dalam Asian Para...
Guru Merupakan Pahlawan Bangsa
09-10-2018 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Marlinda Irwanti Poernomo mengatakan, Guru Honorer K-2 merupakan persoalan semua Komisi yang ada di DPR...
Persoalan Guru Adalah Masalah Bersama
09-10-2018 / KOMISI X
Persoalan guru adalah masalah bersama, dan juga menjadi persoalan semua Komisi yang ada di DPR RI. Dalam Seminar Nasional yang...
Pengalihtugasan Pembangunan Sarpras Pendidikan Harus Miliki Payung Hukum
08-10-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengkritisi rencana pengalihtugasan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah, laboratorium...