Perayaan Natal Diharapkan Membawa Narasi Perdamaian

19-01-2018 / LAIN-LAIN

Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends sekaligus Panitia Perayaan Natal MPR/DPR/DPD RI. Foto : Arif/Man

 

Anggota DPR RI Mercy Chriesty Barends sekaligus Panitia Perayaan Natal MPR/DPR/DPD RI berharap perayaan hari raya keagamaan seperti Natal dapat dimaknai secara lebih substansial dalam konteks kenegaraan hingga pelayanan publik.

 

Sebagaimana diketahui, DPR bersama DPD RI akan mengadakan natal bersama di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Senayan pada 24 Januari 2018 mendatang. Tema yang diangkat adalah Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu.

 “Tidak sekedar perayaan semata, tetapi bagaimana narasi-narasi perdamaian itu mendapat tempat di dalam perayaan natal kita kali ini,” ungkap Mercy dalam kunjungan Panitia Natal ke Kantor Konferensi WaliGereja Indonesia (KWI) di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/01).

 

Mercy menambahkan, tema damai sengaja diangkat dalam perayaan natal tahun ini, mengingat tahun 2018 merupakan tahun politik. Sehingga momentum ini, dapat mengingatkan seluruh pihak yang menjadi aktor politik untuk tidak hanya menjalankan politik praktis. Tetapi, jauh dari itu ialah politik berketuhanan, yaitu bagaimana budaya politik melahirkan demokrasi sejati yang sesungguhnya, demokrasi yang membangun peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Apa artinya kita merayakan perayaan natal tapi kita menegasikan nilai-nilai kebudayaan serta penghargaan terhadap kebhinekaan. Kebhinekaan itu sendiri harus mendapat tempat tidak sekedar lip service,” paparnya.

 

Tak hanya itu, dimomentum natal kali ini, ia juga berharap dapat memperkuat relasi antar lembaga negara. Menurutnya, panitia telah mengundang sejumlah pimpinan-pimpinan lembaga maupun pemerintahan, tokoh-tokooh agama serta para duta besar negara sahabat untuk menghadiri perayaan natal. “Ketahanan negara kita perkuat tetapi ketahanan di tingkat masyarakat dan umat kita persiapkan juga itu yang paling penting,” imbuh politisi dari dapil Maluku ini.

 

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Konferensi Wali Gereja (KWI) Ignatius Suharyo juga menekankan agar pesan-pesan perdamaian dapat dijalankan secara konkret. Tidak hanya dalam tahun politik, tetapi dalam keseharian.

 

Menurutnya, terkadang tahun politik hanya dimaknai secara sempit, yaitu sebagai aktivitas atau ajang pemilihan kepala daerah dan pemerintahan. Padahal, politik tetap berlangsung meskipun kepala daerah/pemerintahan telah terpilih.

 

“Menurut saya itu bukan tahun politik, tetapi tahun kontestasi kekuasaan. Bagi saya, politik tujuannya untuk kebaikan bersama, jadi sekedar siapa yang berkuasa tetapi bagaimana menjamin supaya keadaban publik menjadi kenyataan,” jelasnya.

 

Sebagai salah satu pemuka agama, Ignatius juga mengingatkan agar setiap pemangku kekuasaan dan penyelenggara negara bisa menjalankan fungsinya dengan semestinya.

 

“Semua yang dilakukan, tanggung jawab yang diemban adalah iman yang dirayakan. Iman itu bisa diungkapkan dalam ibadah, namun alangkah indahnya jika iman diwujudkan dengan  memastikan kebaikan bersama terjamin," tandasnya. (ann/si)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
IIPG Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Seribu Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa
05-06-2018 / LAIN-LAIN
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, Ikatan Isteri Partai Golkar (IIPG) menggelar buka puasa bersama dan santunan kepada seribu anak yatim...
Hidupkan UMKM Indonesia, PIA DPR Gelar Bazar
04-06-2018 / LAIN-LAIN
Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR RI menyelenggarakan pasar murah dan bazar di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, guna memenuhi kebutuhan...
Tingkatkan Silaturahim PIA DPR Gelar Buka Puasa Bersama
31-05-2018 / LAIN-LAIN
Ketua Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) DPR RI Lenny Bambang Soesatyo berharap meski memasuki tahun politik namun silaturahim dan sinergitas antar...
Komisi VIII Minta Menag Anulir Daftar Mubalig
25-05-2018 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi VIII DPR RI Deding Ishak meminta Menteri Agama segera menghentikan publikasi daftar 200 mubalig atau penceramah rujukan.Menurutnya, kebijakan...