Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sulut Lampaui Target Nasional

01-02-2018 / BADAN ANGGARAN
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid. Foto: Sofyan/jk

 

Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan II Tahun 2017 tercatat sebesar 5,80 persen. Kendati mengalami penurunan dibanding Triwulan I tahun 2017 yang tumbuh sebesar 6,43 persen, namun capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Sementara target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada APBN-Perubahan 2017 sebesar 5,2 persen.

 

Demikian terungkap saat pertemuan antara Badan Anggaran DPR RI dengan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Suluttenggomalut, Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Sulbagtara (Sulawesi Bagian Utara), Kepala Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Suluttenggomalut, dan Direktur LMAN di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (01/2/2018).

 

“Sulut cukup tinggi pertumbuhan ekonominya. Kami ingin melihat apakah target ini akan terpenuhi, dan bagaimana berbagai sektor yang diharapkan dapat mendukung mencapai target pertumbuhan,” kata Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Jazilul Fawaid sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Banggar DPR RI, saat memimpin rapat.

 

Di sisi lain, tambah politisi F-PKB itu, pihaknya berharap, target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 sebesar 5,4 persen dapat tercapai. “Kita sudah banyak kebijakan, tapi rupanya target pertumbuhan ekonomi 2017 belum mencapai target,” tandas politisi asal dapil Jawa Timur itu.

 

Jazilul menambahkan, pihaknya juga akan melihat realisasi pengerjaan proyek jalan tol Manado-Bitung, dimana pembiayaan infrastruktur tersebut, dibiayai melalui pembiayaan dalam struktur APBN, dalam hal ini Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN).

 

Banggar DPR juga akan memantau perkembangan pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang dimulai sejak Mei 2014, yang dibiayai melalui pembiayaan APBN melalui Kementerian Perindustrian 2016 serta sertifikasi-nya akan dianggurkan melalui APBD-P Provinsi 2016.

 

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli bidang Pengawasan Perpajakan Kementerian Keuangan Puspita Wulandari mengatakan, tahun 2018 ini diperkirakan penuh tantangan, karena Indonesia memasuki tahun politik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan cukup tinggi.

 

Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh beberapa anggota Banggar, diantaranya Hetifah (F-PG), Ridwan Bae (F-PG), Moh. Niza Zahro (F-Gerindra), Katherine A. Oendoen (F-Gerindra), Wahyu Sanjaya (F-PD), Sungkono (F-PAN), Marwan Dasopang (F-PKB), Andi Akmal Pasluddin (F-PKS), dan Taufiqulhadi (F-Nasdem). (sf/sc)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Banggar Minta Pengelolaan Dana Kelapa Sawit Masuk PNBP
20-09-2018 / BADAN ANGGARAN
Suasana Rapat Kerja Banggar dengan pemerintah. Foto: Arief/Rni Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti pengelolaan dana kelapa sawit yang tidak masuk...
Banggar Setujui PMN untuk PLN dan HK
20-09-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN) yang didapatkan PT. PLN (Persero) dan PT....
Rokok Elektrik Akan Dikenai Cukai
19-09-2018 / BADAN ANGGARAN
Rokok elektrik yang selama ini lolos dari beban cukai, kini akan dikenai cukai seperti rokok batang pada umumnya. Hanya saja...
Banggar Sepakati Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen
19-09-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati angka pertumbuhan ekonomi 5,3 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun...