Pembangunan Harus Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

05-02-2018 / BADAN ANGGARAN

Anggota Banggar DPR RI, Hetifah Sjaifudian (F-PG)/Foto:Sofyan/Iw

 

Anggota Badan Anggaran DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, berbagai pembangunan infrastruktur di Sulawesi Utara, diharapkan turut mengungkit pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Kemudian, dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung juga diharapkan memberikan dampak positif pada kinerja ekonomi Sulut.

 

Demikian dikatakannya usai pertemuan antara Badan Anggaran DPR RI dengan Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan, Kepala Kanwil Ditjen Pajak Suluttenggomalut, Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Sulbagtara (Sulawesi Bagian Utara), Kepala Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Suluttenggomalut, dan Direktur LMAN di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (01/2/2018).

 

“Kita merasa kunjungan pertama ke Sulut ini, outlook ekonominya cukup menjanjikan. Kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan wilayah-wilayah baru seperti KEK Bitung nanti juga akan menyerap tenaga kerja lokal, dan menambah kesejahteraan di masyarakat. Pembangunan, misalnya jalan tol, jelas diharapkan akan mengungkit pertumbuhan ekonomi,” optimis Hetifah.

 

Pertumbuhan ekonomi di Sulut yang mencapai 5,80 persen pada Triwulan II tahun 2017 pun mendapat apresiasi dari politisi F-PG ini. Menurutnya, ini bisa menjadi pembelajaran an catatan bagi daerah-daerah lain. Karena ada beberapa daerah lain yang justru merupakan penghasil sumber daya alam, seperti migas atau tambang, justru pertumbuhan ekonominya sangat rendah.

 

“Nah kita juga perlu melakukan kebijakan dan stimulus-stimulus ekonomi tertentu supaya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah lain tidak terlalu ketinggalan seperti Sulut ini,” dorong Hetifah.

 

Terkait pengaruh tahun politik pada tahun 2018 ini terhadap kinerja ekonomi, Hetifah optimis hal itu bisa memberikan dampak positif dalam mendorong atau menjadi stimulus bagi kegiatan-kegiatan ekonomi lokal.

 

“Misalnya produksi alat peraga kampanye yang akan lebih banyak dan sebagainya. Namun tentu saja kalau misalnya itu di produksi di wilayah lain, dan pembayar pajak ada di wilayah lain, tentu saja pertumbuhan itu tidak sepenuhnya bisa dirasakan oleh provinsi yang bersangkutan. Tapi secara umum, tahun politik ini bisa membangkitkan gairah bagi usaha-usaha kecil, yang terkait dengan kepemiluan,” dorong politisi asal dapil Kaltim itu.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Banggar DPR RI Marwan Dasopang (F-PKB) mempertanyakan efek pembangunan proyek Tol Manado-Bitung terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulut. Menurutnya, dalam pembangunan infrastruktur itu harus memberikan dampak bagi daerah, salah satunya kesejahteraan kepada masyarakat dan mengurangi pengangguran.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulut, Sukowardoyo mengatakan, pembangunan tol Manado – Bitung akan memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi sebesar 0,36 persen. Sementara perekonomian Sulut pada tahun 2018 ini diperkirakan tumbuh sebesar 6,2-6,6 persen.

 

Diketahui, pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan II Tahun 2017 tercatat sebesar 5,80 persen. Kendati mengalami penurunan dibanding Triwulan I tahun 2017 yang tumbuh sebesar 6,43 persen, namun capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Sementara target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada APBN-Perubahan 2017 sebesar 5,2 persen. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Banggar Sambut Baik Usulan Gubernur Bali
29-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyambut baik usulan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika agar dana perimbangan keuangan daerah diserahkan...
Ketimpangan Pembangunan Terjadi di Bali
27-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Ketimpangan pembangunan terjadi di Provinsi Bali. Wilayah Bali selatan paling banyak tersentuh pembangunan. Sementara pembangunan tidak menyentuh wilayah Bali utara,...
Kawasan Mandalika Sedang Berbenah
22-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Kawasan pariwisata Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat kini sedang berbenah. Kawasan wisata ini merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)...
DPR Nilai KEK Mandalika Jaga Kearifan Lokal
22-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Mandalika, Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dinilai tetap menjaga kearifan lokal sebagai keunggulan...