PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DPR AKAN DIMULAI BULAN OKTOBER

31-08-2010 / B.U.R.T.

Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan apapun kritik dari masyarakat, pembangunan gedung baru DPR akan terus dilanjutkan karena pembangunan gedung baru memang sudah menjadi kebutuhan, mengingat kapasitas gedung lama sudah tidak memadai lagi. Hal tersebut dinyatakan Marzuki saat membuka Sosialisasi Pembangunan Gedung Baru yang juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Pius Lustrilanang dan Sekjen DPR Nining Indra Saleh, di Gedung DPR, Senin (30/8).

“Apa pun yang terjadi, proyek tersebut harus berjalan. Pembangunan gedung baru itu, mau tidak mau, suka tidak suka, harus tetap dilanjutkan. Kalau ada kritik, kita terima saja. Kapasitas gedung lama DPR yang ada saat ini sudah lebih dari tiga kali jumlah kapasitas yang seharusnya. Gedung lama yang digunakan para anggota DPR untuk berkantor saat ini, sudah menampung 2.500 orang. Padahal kapasitasnya hanya untuk 800 anggota DPR termasuk para staf dan pegawai rumah tangga," terang Marzuki.

Dia menambahkan, setelah masa reformasi dan konstitusi diamandemen hingga empat kali, fungsi DPR menjadi jauh lebih kuat. Salah satunya adalah fungsi legislasi. Setiap anggota DPR setidaknya akan dibantu lima tenaga ahli dan satu staf pribadi.

Sekarang ini masing-masing anggota dewan yang seluruhnya berjumlah 560 orang baru ditunjang satu tenaga ahli dan satu staf pribadi. "Kalau ditambah dengan empat orang tenaga ahli per anggota, jumlah orang di Gedung Nusantara I akan bertambah lagi sebanyak 2.240 orang," paparnya. Sehingga, memang sudah sewajarnya dibangun gedung baru yang lebih representatif.

Dalam sosialisasi tersebut, Pius memaparkan total pembangunan fisik Gedung Baru DPR tersebut  diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 1,1 triliun. Anggaran itu belum termasuk pengadaan jaringan teknologi informasi, furnitur, dan sekuriti.

Per 31 Agustus 2010, pendaftaraan tender pembangunan awal fisik gedung yang meliputi tiga lantai basement dan satu lantai di atasnya akan dibuka. Plafon anggaran yang sudah disepakati dalam APBN Perubahan 2010 adalah Rp 250 miliar. "Tendernya kan mulai dibuka besok. Jadi, Oktober ini diharapkan sudah peletakan batu pertama," jelas Pius.

Di akhir acara sosialisasi tersebut, Marzuki menyampaikan rasa optimisnya dengan pembangunan gedung baru yang berlantai 36 dan berbentuk layaknya huruf "U" terbalik itu dapat dibangun dalam kurun waktu dua atau tiga tahun. Jadi, penggunaannya bisa diefektifkan oleh para anggota DPR baru periode 2014-2019.  (ra)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Fasilitas RS Yasmin Banyuwangi Cukup Memadai
20-09-2019 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Novita Wijayanti menilai program Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama) yang diselenggarakan oleh...
Pelayanan Jamkestama RS Yasmin Banyuwangi Penuhi Persyaratan
20-09-2019 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Nurhayati Monoarfa mendapatkan bahwa Rumah Sakit (RS) Yasmin Banyuwangi masih terakreditasi...
HUT Ke-74 RI Momentum Wujudkan Cita-Cita Bangsa
16-08-2019 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Novita Wijayanti mengatakan hari Jumat ini adalah hari bersejarah dan hari...
Setjen dan BK Harus Adaptif Hadapi Dinamika Perubahan
29-07-2019 / B.U.R.T.
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Agung Budi Santoso menjelaskan, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI...