Industri Rokok di Jateng Miliki Nilai Positif Besar

09-02-2018 / PANITIA KHUSUS

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Firman Soebagyo foto : Chasbi/mr.

 

 

Kabupaten Kudus, dikenal sebagai penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Salah satu pabrik rokok skala besar di sana, PT. Djarum Super, perannya dinilai sangat berpengaruh terhadap nasib petani dan penerimaan negara.

 

Demikian diungkapkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Firman Soebagyo saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Pansus Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan mengunjungi PT. Djarum Super di Kudus, Jawa Tengah, Kamis, (8/2/2018). Kunjungan ini guna mencari masukan-masukan dalam rangka penyempurnaan RUU Pertembakauan,

 

“Tentunya industri rokok sudah memberikan konstribusi terhadap penerimaan negara yang besar dan azas manfaatnya. Kalau kita lihat di PT. Djarum Super ini total karyawan mencapai 55.000 karyawan, jadi jika dilihat dari aspek ekonomi nilai positifnya lebih banyak daripada negatifnya,” jelas Firman.

 

Politisi F-PG itu menambahkan, petani tembakau di Jateng tidak akan ada artinya jika tidak ada industri rokok dan begitupun sebaliknya. PT. Djarum Super bisa menampung seluruh petani karena pabrik ini menggunakan tembakau tertentu dan grade tertentu. Oleh karenanya, industri rokok juga harus membina petani.

 

“Hasil yang kami dapat ini akan menyempurnakan undang-undang yang akan dibahas. Mudah-mudahan nanti undang-undang ini bisa memberikan satu keputusan hukum, tidak hanya petani tapi juga industri rokok,” tambah politisi dapil Jateng ini.

 

Tak hanya Jawa Tengah, Tim Kunjungan Kerja Pansus RUU Pertembakauan yang lain juga mengunjungi Jawa Timur untuk menyerap masukan lebih banyak dan kesemuanya akan disusun dengan seksama.

 

“Kunjungan kami ke pabrik rokok PT. Djarum Super guna mencari masukan-masukan dari berbagai stakeholder yang mana sebelumnya kami sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat di Jakarta dan sudah mengunjungi pabrik rokok skala kecil dan menengah di Malang,” jelas Firman. (cas/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Tembakau Banyak Manfaatnya, Perlu Dilindungi UU
14-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Mukhamad Misbakhun menuturkan, tembakau telah memberikan manfaat, terutama dibidang ekonomi dan lapangan pekerjaan, sehingga...
Perlu Sinergitas DPR dan Pemerintah Guna Selesaikan RUU Pertembakauan
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan Firman Soebagyo berharap kepada pemerintah untuk setia dalam menjalin komunikasi yang baik...
Perlu Regulasi Atur Pemanfaatan Tembakau
09-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Hendrawan Supratikno akan terus mendorong pembahasan RUU Pertembakauan. Hal ini penting, karena sektor...
Isu Tembakau Rentan Disusupi Asing
08-01-2019 / PANITIA KHUSUS
Bila negara tak melindungi industri tembakau nasional, maka isu ini akan rentan disusupi asing lewat lembaga swadaya asing yang ada...