Maulid Nabi Miliki Makna Penting Bagi Ketua DPR

12-02-2018 / PIMPINAN

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat memeberikan ceramah peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy, Serpong, Tangerang, foto : jaka/hr

 

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menghadiri acara peringatan  Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy, Serpong, Tangerang, Sabtu (10/2/2018). Dalam sambutannya, ia mengatakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang penting bagi dirinya, yaitu cara memimpin Nabi Muhammad yang amanah dalam menjalankan tugas.

 

“Kedekatan antara pemimpin dan rakyat adalah sebuah keniscayaan, dan jabatan yang saya pegang adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Maka dari itu dalam memimpin, kita harus jujur, dapat dipercaya dan bertanggung jawab,” ungkap Bamsoet, panggilan akrabnya.

 

Nabi Muhammad SAW juga, lanjut Bamsoet, selalu mendahulukan dialog dalam menyelesaikan berbagai masalah umatnya. “Beliau bangun komunikasi dengan merangkul berbagai suku dan agama,” katanya.

 

Bahkan, lanjut politisi partai Golkar itu, Nabi Muhammad SAW membuat perjanjian yang terkenal dengan Piagam Madinah. Semua suku dan agama berkewajiban menjaga Kota Madinah dari ancaman musuh yang datang dari luar. Tapi ke dalam masing-masing agama diberikan kebebasan menjalankan ajarannya.

 

“Piagam Madinah disebut sebagai bentuk konstitusi pertama dalam negara demokrasi. Piagam Madinah juga menjadi sumber inspirasi bagi pendiri negara ini, the founding fathers,  dalam merumuskan dasar negara Pancasila. Karena itu, bagi umat Islam Indonesia kebangsaan dan ke-Islaman, bagaikan dua sisi dari satu keping mata uang, yang harus kita jaga, kita pertahankan dan kita majukan bersama,” jelasnya.

 

Diakhir sambutannya, Bamsoet berharap Pondok Pesantren Peradaban Dunia Jagat Arsy bisa menjadi pusat pengembangan Islam sebagai rahmatan lil alamin, Islam yang damai, Islam yang moderat atau tawassut dan islam yang toleran atau tasamuh.

 

“Saya berharap, dari pesantren ini kelak, akan lahir generasi muda Islam yang tangguh, generasi muda yang kokoh imannya, luas ilmunya, serta mulia akhlaknya. Merekalah yang nantinya,  kita harapkan dapat mewarnai peradaban dunia, sebagaimana cita-cita dari pendiri pesantren ini,” tutupnya. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Terima KEM-PPKF 2019, Pemerintah Diminta Cermati Kondisi Terkini
24-05-2018 / PIMPINAN
DPR RI telah menerima Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2019 yang disampaikan...
Fadli Zon Nilai KSP Sebaiknya Dibubarkan
24-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai, Kantor Staf Presiden (KSP) sebaiknya dibubarkan. Ia menganggap, keberadaan KSP malah menjadi overlap...
Ketua DPR Minta Gubernur BI Jaga Kestabilan Kurs Rupiah
24-05-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Gubernur Bank Indonesia yang baru saja dilantik, Perry Warjiyo, segera melakukan akselerasi untuk menjaga...
Penguatan Nilai Rupiah Menjadi Tantangan Gubernur BI Baru
24-05-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan, stabilitas mata uang, dalam hal ini penguatan nilai Rupiah, menjadi salah satu tantangan...