Revisi UU MD3 untuk Minimalisir Kriminalisasi Tupoksi DPR

12-02-2018 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.Foto : Runi/mr.

 

 

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan Pasal 122 huruf K pada revisi Undang-Undang (UU) MD3 dimaksudkan agar tidak ada kriminalisasi terhadap apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari DPR RI, terutama dalam memberikan kritik terhadap pemerintah.

 

“Terutama tupoksi dalam hal mengkritisi pemerintah,” kata Fadli saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/2/2018) pagi.

 

Dalam draf revisi Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 Pasal 122 huruf K menyatakan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bertugas mengambil langkah hukum dan atau langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.

 

Politisi F-Gerindra tersebut menyatakan bahwa hal ini akan menjadi bahan pembicaraan lebih lanjut karena belum berbentuk Undang-Undang. Selanjutnya, akan ada pembahasan dan juga tata tertib yang perlu untuk dibicarakan terkait hal ini. “Tentu saja saya tidak bisa melangkahi apa yang belum terjadi,” imbuh Fadli. (ila/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kemandirian Bangsa Kunci Hadapi Globalisasi
17-08-2018 / PIMPINAN
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta seluruh komponen masyarakat dan antar...
Ketua DPR Ajak Sambut Pemilu dengan Damai
16-08-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengimbau semua pimpinan partai politik, tokoh masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk melaksanakan pesta demokrasi...
Fungsi Legislasi Menjadi Tolok Ukur DPR Perjuangkan Aspirasi Rakyat
16-08-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, menyampaikan bahwa fungsi legislasi merupakan tolak ukur dari kinerja Dewan dalam memperjuangkan aspirasi dan harapan...
Presiden Ungkap Pengangguran Indonesia Alami Penurunan
16-08-2018 / PIMPINAN
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengungkapkan tingkat pengangguran di Indonesia mengalami penurunan dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen. Hal ini...