Akademisi Palembang Sambut Baik RUU Kewirnas

13-02-2018 / PANITIA KHUSUS

Andreas Eddy Susetyo, Ketua Tim Pansus RUU Kewirausahaan nasional, foto : naefurodji/hr

 

 

Rektor Universitas Sriwijaya Palembang Anis Saggaff menyambut baik gagasan RUU Kewirausahaan Nasional (RUU Kewirnas) yang menjadi inisiatif DPR RI agar dapat menjadi payung hukum bagi para pelaku usaha di Indonesia.

 

Hal tersebut diungkapkannya saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Tim Pansus RUU tentang Kewirausahaan Nasional DPR RI yang dipimpin Andreas Eddy Susetyo di Kampus Universitas Sriwijaya Palembang, Senin (12/2/2018).

 

Anis Saggaff menceritakan bahwa dulu masyarakat Palembang dikenal dengan banyak menjadi saudagar yang sukses dan bangga berprofesi pengusaha (wirausaha) bahkan memandang rendah pekerjaan sebagai karyawan atau pegawai.

 

"Nenek moyang kita dahulu sangat bangga menjalani profesi sebagai wirausahawan atau pedagang, mereka merantau ke pelosok nusantara dan kembali dengan membawa kesuksesan," kata Anis dalam sambutannya.

 

Namun seiring berjalan waktu, sambung Anis, belakangan ini pekerjaan sebagai karyawan atau pegawai negeri lebih diminati anak-anak muda lulusan perguruan tinggi. "Mudah-mudahan adanya RUU Kewirausahaan Nasional ini bisa kembali menarik minat para generasi muda khususnya di Palembang untuk lebih percaya diri terjun ke dunia usaha," harap Anis optimis.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kunspek Pansus RUU tentang Kewirausahaan Nasional Andreas Eddy Susetyo menekankan pentingnya mata kuliah kewirausahaan untuk mendorong para mahasiswa tertarik dunia usaha sejak kuliah. "Sebaiknya yang mengajarkan kewirausahaan itu para dosen yang juga berprofesi sebagai pengusaha sehingga berpengalaman di bidangnya," ujar Andreas.

 

Politisi PDI-Perjuangan ini juga meminta masukan kalangan akademisi dari Universitas Sriwijaya dan Universitas Muhammadiyah Palembang yang hadir, mengenai apakah proteksi diperlukan untuk melindungi para pelaku UMKM dalam draft RUU tentang Kewirausahaan Nasional ini. "Kami berharap Undang-Undang ini segera disahkan untuk mendorong perkembangan UMKM lebih progresif lagi," tukas Andreas.

 

Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Sri Rahayu setuju perlunya konsep proteksi dimasukkan dalam draft RUU Kewirausahaan Nasional untuk melindungi produk lokal. "Kegalauan teman-teman pelaku UMKM di daerah, agar pemerintah daerah tidak membeli produk dari luar daerah yang bisa dibuat oleh masyarakat sekitar," pungkasnya (oji/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Peredaran Rokok Ilegal Rugikan Indonesia
20-03-2019 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertembakauan, Firman Soebagyo mengatakan, ada sindikasi terhadap rokok palsu dan ilegal yang diproduksi...
DPR dan Pemerintah Susun DIM RUU Daerah Kepulauan
13-02-2019 / PANITIA KHUSUS
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan DPR RI Edison Betaubun menyampaikan, saat ini fraksi-fraksi dan pemerintah...
RUU Kewirausahaan Nasional Dorong Peningkatan Jumlah Pengusaha
12-02-2019 / PANITIA KHUSUS
Kehadiran Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewirausahaan Nasional DPR RI diharapkan meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia. Pasalnya, dari hampir 250 juta jumlah...
Pansus RUU Kewirausahaan Nasional Jaring Masukan Akademisi Sumsel
12-02-2019 / PANITIA KHUSUS
Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Kewirausahaan Nasional DPR RI menjaring masukan dari para pakar dan akademisi di Provinsi Sumatera...