Pengesahan UU MD3 Sesuai dengan Mekanisme

13-02-2018 / PIMPINAN

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, foto : jaka/hr

 

 

 

DPR Rapat Paripurna DPR RI, Senin (12/2/2018) kemarin telah menyetujui Rancangan Undang Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (RUU MD3), menjadi UU.

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memastikan, mekanisme pengesahan UU MD3 di DPR sudah sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku, sebelum disahkan di Rapat Paripurna Dewan juga sudah melalui proses pembahasan bersama dengan Pemerintah.

 

“Jika ada pihak-pihak yang tidak puas, dapat mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi sebagai Lembaga Negara yang berhak menentukan suatu UU bertentangan atau tidak dengan Konstitusi,” kata Bamsoet, sapaan akrabnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

 

Politisi dari Partai Golkar itu menjelaskan bahwa Pasal 245 terkait pemeriksaan Anggota DPR yang terlibat tindak pidana, ketentuan tersebut sudah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), sebab hanya penambahan frasa “mempertimbangkan”, bukan mengizinkan.

 

“Soal Pasal 122 tentang penghinaan terhadap parlemen, hal tersebut adalah wajar mengingat di beberapa negara ada pasal sejenis yakni untuk menjaga kewibawaan Lembaga Negara seperti di peradilan (contempt of court) dan di DPR RI (contempt of parliament),” terangnya.

 

Sedang terkait Pasal 73 mengenai pemanggilan paksa, dijelaskan Bamsoet bahwa hal tersebut sudah sesuai dengan ketentuan teknik perundang-undangan, jika dalam ketentuan pasal yang terkait ada kata-kata ‘wajib’, maka konsekuensinya adalah harus ada sanksi agar pasal tersebut dipatuhi.

 

“Mengenai kata penyanderaan tersebut, sebagai konsekuensi dari ketidakpatuhan terhadap kewajiban pemenuhan pemanggilan,” tandas Bamsoet.

 

Menurut Bamsoet, setiap profesi harus mendapatkan perlindungan hukum, termasuk anggota Dewan. Perlindungan ini juga telah dimiliki oleh wartawan sebagaimana diatur dalam UU Pers No. 40 tahun 1999, dimana dalam menjalankan tugasnya tidak dapat dipanggil oleh polisi, tetapi dapat dipanggil oleh Dewan Pers.

 

“Hak imunitas juga telah dimiliki oleh advokat dalam menjalankan tugasnya sebagaimana diatur dalam UU No. 18 tahun 2003,” pungkas Bamsoet yang juga pernah menjabat Ketua Komisi III DPR RI itu. (mhr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kekerasan Tidak Dibenarkan Hukum Apapun
21-02-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengecam keras kembali terjadinya kekerasan terhadap pemuka agama. Kali ini, terjadi di Pondok Pesantren...
Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
21-02-2018 / PIMPINAN
Masyarakat diserukan tak perlu takut mengkritik DPR RI, karena memang tak ada pasal yang mengaturnya di UU manapun. Yang dilarang...
Ketua DPR Dukung Pengembangan Industri Pertahanan Dalam Negeri
21-02-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung perkembangan industri pertahanan dalam negeri, karena dapat memunculkan nilai tambah bagi bangsa Indonesia, seperti...
Ketua DPR Apresiasi Tim Gabungan Polri Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Sabu
21-02-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi besar atas keberhasilan Tim Gabungan Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satgas...