RUU Kewirnas Dorong Lahirnya Wirausaha Baru

14-02-2018 / PANITIA KHUSUS

Suasana Rapat Pansus RUU tentang Kewirausahaan Nasional DPR RI dengan Sekda Provinsi DIY beserta jajaran/Foto:Iwan Armanias/Iw

 

Potensi ekonomi Indonesia yang diharapkan dapat bersaing salah satunya adalah munculnya wirausahawan (entrepreuner) baru dari berbagai bidang usaha.  Selama ini, banyak wirausahawan memulai usaha dari usaha kecil dan mikro. Untuk itu, Rancangan Undang-Undang RUU Kewirausahaan Nasional (Kewirnas) disusun guna mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru.

 

“Sangat diperlukan kebijakan untuk mendorong peningkatan jumlah entrepreuner baru yang sanggup berperan dalam perekonomian nasional. Untuk itu, RUU ini dirancang untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru di Indonesia,” jelas Ketua Tim Pansus Kewirnas Ichsan Firdaus dalam pertemuan dengan Sekda DI Yogyakarta Gatot Saptadi beserta jajaran, di Kantor Gubernur DIY, Selasa (13/2/2018).

 

Ichsan, mengatakan, Pansus RUU Kewirnas melakukan kunjungan kerja ke DIY dalam rangka mencari masukan dan saran yang konkret dari Pemda DIY, terkait penyusunan RUU Kewirnas. Terutama tentang strategi kebijakan pemerintah dalam mendorong pengembangan kewirausahaan nasional serta penyempurnaan terkait pokok-pokok substansi dalam RUU Kewirnas.

 

Politisi F-PG itu menambahkan, kunjungan kerja ini juga untuk mengetahui hal-hal yang menjadi penghambat memunculkan wirausaha di daerah, termasuk di DIY. “Hambatan berkembangnya wirausaha itu apa perlu digali dan dicarikan solusi,” pungkasnya.

 

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur DIY yang diwakili Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan, RUU Kewirnas adalah sebagai upaya untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru di Indonesia. Sehingga perlu adanya pembahasan yang dilakukan secara cermat dan teliti untuk melahirkan sebuah regulasi yang mempercepat pertumbuhan wirausaha di Indonesia.

 

Ia berharap dengan regulasi tersebut, dapat meningkatkan mental generasi muda dalam berwirausaha, dan merupakan salah satu cara untuk membangun jiwa-jiwa yang tangguh. “Karena walaupun seseorang memahami strategi wirausaha, akan tetapi bila tidak berani terjun ke dunia usaha, maka proses wirausahapun tidak akan terwujud,” jelasnya.

 

Di tempat yang sama, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY Sugeng Purwanto menjelaskan, perkembangan berusaha dan kewirausahaan baru di DIY sangat pesat. “Pada tahun 2016 terdata wirausaha baru sebanyak 16.956 wirausahawan baru," ungkapnya.

 

Sugeng mengatakan, selama ini DIY memang belum memiliki Perda tentang Kewirausahaan. Namun, lanjutnya, sesuai arahan Presiden RI Jokowi melalui Perpres 91, untuk percepatan wirausaha di DIY sudah terbentuk Satgas Percepatan Berusaha/Wirausaha di tingkat DIY maupun Kabupaten/Kota.

 

“Percepatan wirausaha di DIY ini sudah terbentuk Satgas dengan diterbitkannya SK Gubernur DIY Nomor: 25/KPTS/2018 tentang Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Berusaha DIY,” paparnya.

 

Kunjungan kerja Pansus RUU Kewirnas ini juga diikuti oleh Anggota Pansus Lintas Fraksi yakni Hamka Baco Kady (F-PG), Rinto Subekti (F-PD), dan Zulfan Lindan (F-NasDem. (iw/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Aparat Diharapakan Lebih Tajam Cegah Terorisme
25-05-2018 / PANITIA KHUSUS
Dengan telah disahkannya RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme) menjadi undang-undang, para aparat yang bertugas memberantas terorisme bisa...
DPR dan Pemerintah Setujui RUU Antiterorisme Dilanjutkan ke Paripurna
24-05-2018 / PANITIA KHUSUS
DPR RI dan pemerintah secara aklamasi menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan...
Pasal Perlindungan Korban Terorisme Berlaku Surut
24-05-2018 / PANITIA KHUSUS
Pasal-pasal dalam RUU Terorisme kini sudah jauh lebih maju. Dan salah satu konten yang terbaru adalah semua korban terorisme di...
Timsin RUU Terorisme Selaraskan Pasal-pasal
24-05-2018 / PANITIA KHUSUS
Tim Sinkronisasi (timsin) Pansus RUU Terorisme masih menyelaraskan pasal-pasal dalam RUU ini, agar tidak saling bertolak belakang. Yang juga masih...