Bamsoet Minta Aparat Awasi Media Sosial Jelang Pilkada dan Pemilu

14-02-2018 / PIMPINAN

Ketua DPR Bambang Soesatyo didampingi Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah  rapat dengan Menkominfo di ruang Pimpinan Gedung Nusantara III DPR RI, foto : jaka/hr

 

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo merasa geram. Pasalnya menjelang Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 ini akun palsu di media sosial yang disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech makin meningkat. Korbannya elite hingga level Presiden Jokowi. Terakhir, Presiden RI kelima sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, jadi korban hoax.

 

Oleh karena itu, Bamsoet sapaan akrabnya, meminta Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bertindak. "Mendesak Badan Siber dan Sandi Negara untuk melakukan pengawasan intensif terkait penyebaran fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial yang berpotensi menimbulkan konflik," tegas Bamsoet, Rabu (14/2/2018).

 

Ia berharap Komisi I DPR melalui Kemenkominfo, memanggil penyedia media sosial dalam rapat dengar pendapat. Hal itu berguna untuk membahas persoalan tersebut dan menjadikan media sosial yang sehat dan netral.

 

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga dinilainya harus bersikap objektif terhadap penyebar fitnah, berita hoax, dan hate speech di media sosial. Yakni sesuai dengan hukum yang berlaku.

 

Masyarakat pun sebaiknya menggunakan akun media sosial secara bijak. Diimbaunya agar masyarakat melaporkan jika melihat akun-akun yang digunakan untuk menyebarkan fitnah, berita hoax, dan hate speech. "Apalagi kalau terkait Pilkada dan Pemilu. Laporkan segera ke Kemenkominfo, BSSN, dan Kepolisian," tegas Bamsoet.

 

Di sisi lain, Bamsoet juga menyoroti rendahnya minat baca dan kemampuan individu di dalam mengolah serta memahami informasi atau kemampuan literasi. Sebagai Pimpinan DPR, Bamsoet meminta pemerintah untuk melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga. Diharapnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bekerja sama. "Tujuannya membuat skema penguatan akses baca kepada masyarakat," kata Bambang.

 

Pemerintah juga perlu melakukan inovasi terhadap akses baca melalui teknologi digital. Pada tataran keluarga, Bamsoet berharap ada upaya untuk membudayakan gemar membaca sejak dini. "Mengingat budaya gemar membaca merupakan bagian utama dari pembangunan sumber daya manusia," kata Bambang. (sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Kekerasan Tidak Dibenarkan Hukum Apapun
21-02-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengecam keras kembali terjadinya kekerasan terhadap pemuka agama. Kali ini, terjadi di Pondok Pesantren...
Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
21-02-2018 / PIMPINAN
Masyarakat diserukan tak perlu takut mengkritik DPR RI, karena memang tak ada pasal yang mengaturnya di UU manapun. Yang dilarang...
Ketua DPR Dukung Pengembangan Industri Pertahanan Dalam Negeri
21-02-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendukung perkembangan industri pertahanan dalam negeri, karena dapat memunculkan nilai tambah bagi bangsa Indonesia, seperti...
Ketua DPR Apresiasi Tim Gabungan Polri Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Sabu
21-02-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memberikan apresiasi besar atas keberhasilan Tim Gabungan Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Satgas...