Perempuan Libya Ingin Tingkatkan Keterwakilan di Parlemen

26-02-2018 / B.K.S.A.P.

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Siti Hediati, foto : runi/hr

 

 

 

Libya sedang menata sistem politiknya setelah mengalami konflik berkepanjangan. Salah satu yang ingin ditingkatkan adalah partisipasi politik perempuan Libya agar keterwakilannya di parlemen terus meningkat.

 

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Siti Hediati mengemukakan hal itu usai menerima delegasi Parlemen Libya di Ruang Tamu Pimpinan DPR, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2018). Parlemen Libya ingin banyak belajar dari Indonesia bagaimana berdemokrasi yang baik. Menurut Titiek, sapaan akrabnya, berdemokrasi harus disesuaikan dengan kebutuhan negara masing-masing.

 

“Mereka ingin belajar bagaimana berdemokrasi yang baik seperti di Indonesia. Belajar demokrasi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi negaranya. Mereka juga ingin kerja sama pendidikan agar banyak pelajar Libya bisa belajar di Indonesia, begitu juga sebaliknya,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

 

Menyinggung soal kuota keterwakilan perempuan di parlemen, ternyata antara Indonesia dan Libya menerapkan kuota yang sama yaitu 30 persen. Libya baru memenuhinya 20 persen saja dari sekitar 200 anggota. Perlu waktu, memang, agar para wanita di Libya dan Indonesia bisa diterima dan dipercaya masyarakat untuk duduk di parlemen. Indonesia juga, sambung Titiek, sedang berjuang agar mendapatkan lebih banyak kursi lagi di DPR.

 

“Mudah-mudahan ke depan kaum wanita mendapat banyak kepercayaan masyarakat untuk menjadi wakil rakyat di parlemen. Parlemen Libya mengapresiasi kita dan ingin belajar banyak dari kita. Sebagai negara mayoritas Islam bagaimana wanita mendapat kepercayaan agar bisa duduk di parlemen,” tutupnya. (mh/sc)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dyah Roro Bicara Dampak Pandemi Covid-19 di Forum Internasional
21-05-2020 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)...
BKSAP Perkuat Tata Kelola Kesehatan di Asia Pasifik Lewat Diplomasi Parlemen
06-05-2020 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyelenggarakanvirtual meetingdenganAsia Pacific Parliamentarian Forum on Global Health (APPFGH)beberapa waktu lalu. Pertemuan...
Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata
29-04-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi isu...
Covid–19 Pukul Pariwisata Indonesia
27-04-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Coronavirus Disease 2019 atau Pandemi Covid-19...