Terima Parlemen Libya, BKSAP Bahas Kesetaraan Gender

26-02-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua BKSAP DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menerima Parlemen Libya. Foto: Ojie/od

 

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mendukung Parlemen Libya untuk meningkatkan kesetaraan gender melalui keterwakilan perempuan di parlemennya.

 

Demikian mengemuka dalam pertemuan BKSAP dengan Ketua Women Block yang juga anggota Parlemen Libya Halima Sadeeq Alaib di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2018). Tujuan kedatangan Parlemen Libya adalah untuk berbagi pengalaman tentang berdemokrasi hingga keterwakilan perempuan di DPR.

 

Nurhayati menuturkan, Indonesia dan Libya memiliki kesamaan termasuk penerapan nilai - nilai luhur Islam, sehingga ia mendorong kesetaraan gender di berbagai aspek. Menurutnya,  sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 dan negara demokrasi Muslim terbesar, Indonesia adalah bukti dimana nilai keagamaan,  demokrasi serta modernisasi dapat berjalan dengan harmonis.

 

“Saya selalu menekankan, sebagai muslimah, jangan merasa bahwa kita tidak bisa berkiprah di dunia internasional. Karena yang diperlukan ialah kontribusi.  Jadi, dimanapun kita berada, jika kita berkontribusi apalagi atas nama negaranya, mereka bisa terima,” ucap Nurhayati kepada delegasi Parlemen Libya.

 

Ia menambahkan, nilai-nilai keagamaan sebaiknya tidak dipandang sebagai sebuah hambatan ataupun batasan bagi perempuan untuk meningkatkan kemampuan serta daya saingnya.  Sebaliknya,  yang diperlukan ialah seberapa besar komitmen dalam berkarya sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.

 

Ketua International Humanitarian Law (IHL) ini juga tidak memungkiri pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang politik, membutuhkan usaha yang lebih keras dibandingkan pria, karena budaya patriarki yang masih kuat di masyarakat. Namun, stigmatisasi tersebut dapat semakin berkurang, jika semakin banyak perempuan yang berkiprah dan membawa dampak positif bagi sekelilingnya.

 

Politisi Partai Demokrat itu turut menyampaikan, perempuan jangan dipandang sebagai kompetitor laki-laki melainkan mitra untuk membangun dan menyejahterahkan masyarakat.

 

“Saat ini, DPR sendiri memiliki 17 persen anggota parlemen perempuan di DPR. Tak hanya itu,  UU Pemilu yang baru saja disahkan mengatur keterwakilan perempuan sebesar 30 persen untuk calon legislatif. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan dipercaya dapat memimpin, bahkan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan,” tandasnya sembari memberikan dukungan kepada delegasi Parlemen Libya. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Dyah Roro Bicara Dampak Pandemi Covid-19 di Forum Internasional
21-05-2020 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti Widya Putri menilai, pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)...
BKSAP Perkuat Tata Kelola Kesehatan di Asia Pasifik Lewat Diplomasi Parlemen
06-05-2020 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyelenggarakanvirtual meetingdenganAsia Pacific Parliamentarian Forum on Global Health (APPFGH)beberapa waktu lalu. Pertemuan...
Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata
29-04-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi isu...
Covid–19 Pukul Pariwisata Indonesia
27-04-2020 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan Coronavirus Disease 2019 atau Pandemi Covid-19...