DPR Upayakan Bebas Visa bagi WNI di Korsel

22-03-2018 / B.K.S.A.P.

GKSB DPR RI kunjungi Parlemen Korea Selatan/Foto:Dokpri/Iw} 

 

Grup Kerja Sama Antar-Parlemen (GKSB) DPR RI-Parlemen Korea Selatan menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen Korsel Shim Jae-chul, Grup Persahabatan Parlemen Korsel dan Forum ASEAN-Korea. Dalam pertemuan itu, Delegasi DPR RI meminta Parlemen Korsel menekan pemerintahnya untuk mempermudah akses masuk WNI ke Korsel.

 

“Saya sampaikan ke Parlemen Korsel pentingnya reciprocal treatment dimana Indonesia telah memberikan bebas visa bagi warga Korsel. Minimal kita meminta permudah akses visa. Maksimal memberikan bebas visa,” tegas Evita Nursanty saat memimpin Delegasi DPR RI di Seoul, Korea Selatan, Selasa (20/3/2018).

 

Politisi yang juga duduk di Komisi I itu menggarisbawahi bahwa misi utama kunjungan GKSB adalah promosi pembebasan visa bagi WNI ke Korsel. Pihaknya mengapresiasi kebijakan baru politik luar negeri yang lebih melihat ASEAN melalui the New Southern Policy.

 

“Saya berpendapat, kebijakan bebas visa bagi masyarakat Indonesia adalah langkah konkrit kebijakan baru itu. Korsel harus melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat menjanjikan. Bebas visa terbatas ke Pulau Jeju hanya langkah awal. Ke depan, Korsel harus mempertimbangkan bebas visa bagi WNI. Saya percaya pembebasan visa akan berdampak ke banyak sektor,” imbuh Evita.

 

Lebih lanjut, GKSB DPR RI juga meminta Parlemen Korsel melindungi TKI yang bekerja di Korsel. “Secara umum saya sangat senang bahwa TKI di Korsel relatif tidak ada masalah. Memang ada beberapa kasus keselamatan kerja dan kesehatan mereka yang bekerja sebagai ABK. Saya sudah meminta Parlemen Korsel memberikan perhatian khusus atas masalah tersebut,” tambah politisi F-PDI Perjuangan itu.

 

Hal lain yang disampaikan Evita terkait permintaan dukungan Korsel terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 dan dorongan partisipasi Parlemen Korsel pada pertemuan Ketua parlemen-parlemen anggota MIKTA dan the Second World Parliamntary Forum on SDGs yang keduanya akan dihelat DPR pada tahun ini.

 

GKSB DPR RI juga memberikan dukungan atas unifikasi dua Korea dan terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea. Delegasi DPR mengapresiasi Korsel yang menempatkan Indonesia sebagai negara penting dalam penyelesaian konflik dua Korea. Evita memastikan bahwa kunjungan ke Korsel membawa banyak kepentingan Indonesia utamanya memperkuat kontak antarmasyarakat kedua negara.

 

“Sebagai representasi rakyat, dalam kunjungan ini kami menekankan urgensi promosi hubungan antar masyarakat. Ini penting sebagai bagian implementasi special strategic partnership yang dicanangkan kedua negara,” ujar politisi dapil Jateng III.

 

Kunjungan ini juga diikuti oleh sejumlah Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) diantaranya Tabrani Maamun (Fraksi Golkar), Rahayu Saraswati (Fraksi Gerindra), A. Bakri HM dan Viva Yoga Mauladi (Fraksi PAN), Siti Mukaromah (Fraksi PKB), Hamdani (Fraksi Nasdem) dan Fandi Utomo (Fraksi Demokrat). (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Siap Jadi Tuan Rumah MSEAP-5
27-09-2019 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) Fadli Zon saat memimpin Delegasi Indonesia pada Sidang Pleno Pertemuan...
Charles Honoris Dilantik Jadi Pimpinan BKSAP
23-09-2019 / B.K.S.A.P.
Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI kembali melakukan rotasi pimpinan. Kali ini Anggota DPR RI Charles Honoris dilantik...
Pembangunan Berkelanjutan Untuk Sejahterakan Masyarakat
23-09-2019 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menjelaskan maksud dari berbagai program dalam Tujuan Pembangunan...
Pemda Diminta Berperan dalam Pembangunan Berkelanjutan
23-09-2019 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam pencapaian Tujuan...