Sidang IHL Bahas Resolusi Rohingya

27-03-2018 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menjelaskan, Sidang International Humanitarian Law (IHL) yang dilaksanakan di Jenewa, Swiss, Senin (26/3/2018), merupakan tindak lanjut dari Resolusi Rohingya yang berhasil diadopsi pada sidang sebelumnya di St. Petersburg, Rusia, tahun 2017 lalu.

 

“Sidang Komite IHL ini membahas mengenai kelanjutan dari resolusi tersebut. Indonesia sendiri telah melakukan beberapa hal, termasuk memberikan bantuan fasilitas kesehatan dan tempat penampungan sementara. Pimpinan DPR RI dan Presiden Joko Widodo juga telah berkunjung ke camp pengungsian Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh,” jelas Nurhayati saat memimpin Sidang IHL di Inter Parliamentary Union (IPU).

 

Nurhayati mengatakan bahwa menurut Perwakilan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), jumlah pengungsi Rohingya di Bangladesh meningkat sebanyak 688 ribu jiwa sejak 25 Agustus 2017, dengan jumlah total mencapai 900 ribu jiwa.

 

Politisi Partai Demokrat itu juga menambahkan dalam pertemuan Komite IHL itu dihadiri oleh perwakilan International Organization for Migration (IOM) dan International Committee of the Red Cross (ICRC). “ICRC terus berupaya untuk membantu sekitar 180 ribu etnis Rohingya yang masih tinggal di Rakhine, Myanmar,” ucapnya.

 

Di sisi lain, Nurhayati mengakui peran dari pihak-pihak yang telah menyalurkan bantuan ke Rohingya, harus diapresiasi. Walaupun pada kenyataannya, kondisi para pengungsi Rohingya masih sangat memprihatinkan.

 

“Pemerintah Indonesia seharusnya dapat menekan Myanmar untuk bertanggung jawab. Kita ini adalah negara terbesar di ASEAN, dan kita tidak boleh kehilangan momentum ini. Apa yang terjadi pada pertengahan tahun lalu ada kejahatan kemanusiaan, genosida yang dilakukan secara sistematis oleh Myanmar,” tandasnya.

 

Politisi dapil Jawa Timur itu menegaskan bahwa Komite IHL dalam beberapa pertemuannya, telah mengundang Delegasi Myanmar untuk melakukan dialog, serta mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan Rohingya. “Sayangnya, Delegasi Myanmar tidak memenuhi undangan tersebut,” tutupnya. (ila/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pengibaran Bendera Israel di Papua Nodai Perjuangan Diplomatik Indonesia
22-05-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar meminta pihak keamanan dan pemerintah tegas dalam menindak...
Inisiasi Forum Parlemen Dunia, DPR Dorong Isu Energi Terbarukan
18-05-2018 / B.K.S.A.P.
DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) kembali menggagas Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan (World Parliamentary Forum...
Mendapat Legitimasi AS, Tindakan Israel Seperti Sebuah Genosida
15-05-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (BKSAP DPR RI) Rofi Munawar mengecam keras tindakan...
Peresmian Kedutaan AS di Yerusalem Dinilai Suburkan Terorisme
15-05-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengecam keras sikap Presiden AS Donald Trump yang bersikukuh...