Indonesia - Belarusia Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Ekonomi

27-03-2018 / B.K.S.A.P.

Ketua Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR – Parlemen Belarusia Adang Sudrajat saat menerima Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik, di Gedung DPR RI, foto : odji/hr

 

 

 

Indonesia dan Belarusia memiliki banyak sektor yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan dua negara. Hal ini pun yang tengah diperkuat oleh Indonesia dan Belarusia.

 

Demikian diungkapkan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR-Parlemen Belarusia Adang Sudrajat saat menerima Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

 

Dijelaskan politisi F-PKS itu, GKSB baru terbentuk periode ini. Untuk itu, pihaknya ingin mempererat hubungan dengan Belarusia di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, dan budaya. 

 

“Kami ingin mempererat diplomatik yang menguntungkan kedua negara, dengan memanfaatkan potensi masing-masing. Untuk itu, perlu dialog politik antara Indonesia dan Belarusia guna meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan  ekonomi,” jelasnya. 

 

Politisi dapil Jawa Barat itu juga mengharapkan adanya hubungan people to people (antar masyarakat) dan business to business (antar bidang usaha) yang sangat erat antar kedua negara.

 

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mulyadi mengatakan, Indonesia akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai alternatif persiapan pengganti batubara, minyak, dan gas. 

 

“Belarusia punya teknologi yang bisa dipelajari dan menjadi acuan dalam penerapan nuklir, ini sangat menarik karena sebelumnya Rusia juga menawarkan. Untuk itu, kami akan mengunjungi Belarusia untuk memutuskan bekerja sama dengan siapa. Selain itu, alutsista juga akan menjadi objek kunjungan,” ungkap politisi Partai Demokrat itu.

 

Sementara itu, Duta Besar Belarusia untuk Indonesia Valery Kolesnik mengatakan Belarusia dan Indonesia sudah menjalin hubungan di bidang perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan budaya.

 

“Dalam pertemuan tadi, saya menawarkan nilai-nilai tambah untuk hubungan kedua negara khusus di bidang ekonomi dan perdagangan. Hal ini karena Indonesia memiliki banyak perusahan dan memiliki kekayaan alam  yang sangat potensial,” jelasnya usai pertemuan.

 

Selain itu, Dubes Belarusia juga menyampaikan informasi bagaimana cara memanfaatkan pembangkit nuklir agar tidak berbahaya dan bisa untuk tujuan damai. Terakhir, pihaknya juga menyampaikan banyak turis Belarusia yang mengunjungi Bali, diharapkan turis Indonesia juga berkunjung ke Belarusia.

 

“Bali memang menjadi tempat kunjungan para turis, karena suasana alam yang berbeda dengan Belarusia. Tapi kami sampaikan juga bahwa tidak hanya Bali pulau indah di Indonesia. Ada ribuan pulau indah lainnya,” ungkapnya. (rnm/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pembebasan Bea Masuk Produk Palestina Mesti Dikawal
13-08-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar memberi catatan khusus atas langkah Pemerintah Indonesia membebaskan bea...
GKSB DPR RI Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Jepang
31-07-2018 / B.K.S.A.P.
Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan Wakil Duta Besar Kekaisaran Jepang...
WPFSD Ke-2 Angkat Isu Energi Berkelanjutan
25-07-2018 / B.K.S.A.P.
DPR RI melalui Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) kembali menggagas Forum Parlemen Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan atau World Parliamentary...
Fadel dan Hasrul Jabat Pimpinan BKSAP
25-07-2018 / B.K.S.A.P.
Dua pimpinan baru kini mengisi kursi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang kosong. Keduanya diisi...