Apotek dan Toko Kimia Perlu Dipantau

16-04-2018 / KOMISI III

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik di sela-sela rapat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018) foto:doeh|HR

 

Keberadaan apotek dan toko kimia harus terus dipantau, menyusul banyaknya peredaran minuman keras (miras) oplosan di tengah masyarakat. Korban jiwa berjatuhan. Regulasi dan edukasi penting disosialisasikan kembali, agar masyarakat tak mengonsumsi miras, apalagi yang oplosan.

 

Anggota Komisi III DPR RI Erma Suryani Ranik di sela-sela rapat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018), menyampaikan bahwa peredaran alkohol sumbernya dari apotek dan toko kimia. Masyarakat memang begitu mudah mengakses alkohol ini. Namun, para pengedar miras ilegal malah mengoplos alkohol ini dengan zat kimia lain. Ini sangat berbahaya.

 

“Pemberantasan miras oplosan mendesak dilakukan. Ini sudah jelas berbahaya. Menurut saya mencegahnya dengan cara melihat peredaran alkohol toko-toko kimia. Alkohol tidak mungkin keluar kalau tidak dari toko kimia dan apotek. Kapolres harus cek semua apotek di wilayahnya masing-masing,” ucap Anggota F-Demokrat itu.

 

Edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan agar korban jiwa tak terus berjatuhan. Tak perlu minum miras bila tak bisa membedakan antara miras oplosan dan bukan. “Kalau edukasinya bagus, orang pun tidak tertarik minum miras, apalagi miras oplosan,” katanya. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi III Akan Panggil Pihak yang Terlibat Kasus Sipoa Group
20-04-2018 / KOMISI III
Tim Kunker spesifik Komisi III DPR RI berdialog dengan para pembeli proyek Sipoa Group yang menuntut pengembalian dana Komisi III DPR...
OKI Harus Bersatu Melawan Kebrutalan Donald Trump
19-04-2018 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid mengecam tindakan brutal Presiden AS Donald Trump dan sekutunya, karena telah membabi-buta mengembom...
PPATK Harus Pantau Rekening Cakada
18-04-2018 / KOMISI III
Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan saat rapat dengar pendapat Komisi III dengan Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, di...
MA Belum Mendapat Tambahan Anggaran
18-04-2018 / KOMISI III
Mahkamah Agung (MA) sejauh ini belum mendapatkan tambahan anggaran untuk memperbaiki kinerjanya. Tren anggaran MA dari 2015 justru memperlihatkan grafik...