Memaknai Isra Mi’raj dalam Perjalanan Hidup

19-04-2018 / LAIN-LAIN

Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar dalam ceramah Isra Mi’raj di depan karyawan dan karyawati Sekretariat Jenderal DPR, MPR dan DPD RI di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018). Foto : Andri/And

 

 

Makna Isra Mi’raj adalah adalah naik ke atas mendaki mencapai tempat yang lebih tinggi. Semakin tinggi pencapaiannya, maka semakin arif kehidupan ini. Kalau seseorang jarang atau tak pernah naik ke atas (mi’raj), mata batinnya akan tumpul, mata hati menjadi buta dan telinga batin juga tidak mendengar. Akhirnya apa yang dikerjakan, apa yang boleh dan tidak boleh sama saja.

 

“Dengan Isra Mi’raj ini, kita mencoba untuk mengintip langit. Ternyata kita tidak boleh tergila-gila dengan dunia. Di langit etalasenya jauh lebih banyak dan indah, ketimbang apa yang di dunia ini,” kata Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar dalam ceramah Isra Mi’raj di depan karyawan dan karyawati Sekretariat Jenderal DPR, MPR dan DPD RI di Masjid Baiturrahman, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

 

Karena itu, lanjut Nasaruddin, dia mengimbau semua komunitas yang ada untuk melakukan mi’raj dengan cara salat. “Salat itu mi’rajnya orang-orang beriman,” ujarnya mengutip salah satu riwayat hadis Nabi Muhammad SAW.

 

Dia juga menilai, hikmah peringatan Isra Mi’raj di tahun politik ini sangat penting. “Silahkan melakukan perjalanan, tapi jangan melupakan perjalanan spiritual. Perjalanan duniawi tanpa diimbangi perjalanan spiritual ke atas itu akan mentok. Kehidupan kita bukan hanya di dunia, tetapi ada juga kehidupan akhirat,” tegasnya dengan mengimbau, siapapun yang sukses menjalani kehidupan dunia, jangan melupakan perjalanan hidup di akhirat.

 

Sebelumnya Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga mengapresiasi keberadaan acara-acara yang digelar di Masjid di Kompleks Parlemen ini. Di tengah kesibukannya membahas masalah kebangsaan dan kenegaraan, para Anggota Dewan dan jajarannya berkesempatan salat di Masjid Baiturrahman yang merupakan oase penyiram dan penyejuk batin dan diri. “Berbagai kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan, supaya hati kita tidak gersang,” ia megharapkan.

 

Sementara itu Plt. Sekretaris Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Damayanti dalam sambutannya antara menguraikan hikmah Isra Mi’raj dimana Nabi Muhammad SAW diangkat (mi’raj) ke hadapan Allah untuk menerima perintah salat. Salat lima waktu sehari semalam inilah yang akhirnya menjadi salah satu rukun Islam dan wajib ditunaikan bagi umat Islam.

 

Acara yang dihelat oleh KORPRI Setjen dan Badan Keahlian DPR, Setjen MPR dan Setjen DPD RI ini mengambil tema ‘Dengan Memperingati Isra Mi’raj, Kita Tingkatkan Semangat Persatuan Umat Menuju Negara yang Damai dan Sejahtera’. (mp/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Mekanisme Seleksi Direksi dan Komisaris BUMN Harus Transparan
17-07-2018 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi VI DPR RI Hamdhani menyampaikan dalam Rancangan Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (RUU BUMN) yang sedang dalam pembahasan...
RUU BUMN Atur Direksi dan Komisaris Dilarang Rangkap Jabatan
17-07-2018 / LAIN-LAIN
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas menjelaskan, dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN yang sedang dibahas saat ini,...
Pemda Didorong Maksimalkan Penggunaan Dana Desa
17-07-2018 / LAIN-LAIN
Anggota Badan Akuntabilitas Negara (BAKN) DPR RI Sartono Hutomo dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa daerah harus...
Seratus Wartawan Tinjau Potensi Usaha dan Pangan Gresik
16-07-2018 / LAIN-LAIN
Peserta Press Gathering Wartawan Koordinatoriat DPR RI, yang terdiri lebih dari 100 wartawan media cetak, media siaran dan media siber...