Perkuat Diplomatik, DPR Terima Parlemen Azerbaijan

30-04-2018 / B.K.S.A.P.

Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Azerbaijan Hermanto menerima kunjungan Parlemen Azerbaijan yang dipimpin Ganira Pashayeva, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/4/2018). Foto : Jayadi/and

 

Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Azerbaijan Hermanto menerima kunjungan Parlemen Azerbaijan yang dipimpin Ganira Pashayeva. Dalam pertemuan tersebut, Milli Majlis (Parlemen) Azerbaijan meminta dukungan Parlemen Indonesia terkait perjuangan Azerbaijan untuk merebut kembali wilayah Nagorno – Karabakh yang dikuasai Armenia sejak 1992.

 

“Kunjungan mereka untuk memperkuat misi diplomatik antara Indonesia – Azerbaijan, salah satunya meminta dukungan baik secara moril maupun politis terhadap keinginan Azerbaijan untuk memperjuangkan wilayah Nagorno – Karabakh dalam sidang PBB mendatang,” ujar Hermanto usai menerima delegasi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/4/2018).

 

Menanggapi hal itu, Hermanto mengatakan Indonesia akan mendukung Azerbaijan untuk mengambil langkah-langkah konkrit dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Karabakh.

 

Sebelumnya dalam kunjungan ke Azerbaijan, delegasi GKSB DPR RI menegaskan bahwa bentuk dukungan DPR RI adalah dengan tidak membentuk Kelompok Persahabatan Antar Parlemen dengan Parlemen Armenia sampai dibebaskannya wilayah tersebut dari cengkraman Armenia. “Kami mendorong supaya terwujudnya  perdamaian abadi karena itu amanat konstitusi kita,” paparnya.

 

Menurut Hermanto, DPR berkomitmen dalam menghormati integritas dan kedaulatan wilayah Azerbaijan serta mendukung penuh implementasi DK PBB 822 (1993), 853 (1993), 874 (1993) dan 884 (1993) terkait penarikan tentara Armenia dari kawasan Nagorno – Karabakh dan menuntut Armenia untuk menghormati kedaulatan dan integritas kawasan Azerbaijan.

 

Selain dukungan politis, delegasi Azerbaijan juga meminta dibukanya peluang direct flight dan direct trade dari Indonesia ke Azerbaijan. Hal ini penting untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara. Mengingat, total perdagangan Indonesia – Azerbaijan mengalami penurunan pada tahun 2017, yakni sebesar 412 juta dolar AS.

 

“DPR RI mendukung adanya rute penerbangan langsung yang tentunya dapat meningkatkan kontribusi positif bagi pariwisata kedua negara. Kami juga berharap perdagangan kedua negara melalui kerja sama sister port antara kedua negara dapat ditingkatkan,” imbuh politisi F-PKS ini.

 

Kunjungan Delegasi Milli Majlis Azerbaijan kali ini merupakan kunjungan balasan untuk menindaklanjuti sejumlah pembahasan dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama secara bilateral. Dalam kesempatan ini, Parlemen Azerbaijan bahkan didampingi sejumlah akademisi, pelaku bisnis, NGO Azerbaijan untuk mendalami potensi-potensi yang bisa dikembangkan kedua negara. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Minta Negara Produsen Minyak Kembangkan Energi Ramah Lingkungan
29-06-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar menegaskan perlu adanya komitmen bersama dalam menekan ambang...
Indonesia Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN
29-06-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan Indonesia mendukung penuh pencalonan Republik Demokratik Timor...
Kemenangan Erdogan, Peluang Perkuat Diplomasi RI Untuk Palestina
28-06-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar menilai terpilihnya kembali Recep Tayyip Erdogansebagai Presiden Turki...
Kejahatan Narkoba Lebih Berbahaya Dibanding Terorisme
21-06-2018 / B.K.S.A.P.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf menyatakan bahwa perang melawan narkoba lebih berbahaya dibandingkan...