Imam Suroso Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan PMI

14-05-2018 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso, foto : singgih/hr

 

 

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso dalam mengisi kegiatan masa resesnya menggelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kecamatan Gembong ,Pati, Jawa Tengah, Rabu (09/5/2018) lalu. 

 

Acara yang bertema Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman ini diikuti oleh sekitar 200 calon TKI, mantan TKI dan keluarga TKI menghadirkan pejabat BNP2TKI, APJATI Jateng, Kemnaker Provinsi Jateng serta Camat Gembong Cipto Mangun Oneng. Dalam kesempatan ini dia mengapresiasi sosialisasi sebab kesempatan kerja di Pati sangat terbatas sehingga  akan membuka peluang angkatan kerja yang akan terus meningkat.

 

Dia juga sepakat dengan sosialisasi, maka mantan TKI dari Jepang maupun Korea bisa membuka usaha atau berwirausaha membuka lapangan usaha di tanah air. Sedangkan Imam Suroso berharap dengan sosialisasi bertema Peluang Kerja LN dan Migrasi Aman maka dampak negatif seperti penipuan, TKI tak dibayar sampai bertindak kriminal dengan hukuman mati bisa dicegah.

 

"Intinya kita ingin pengiriman TKI bisa berdampak positif bagi peningkatan devisa, peningkatan kesejahteraaan masyarakat tanpa ada hal-hal yang merugikan TKI," tandas Politisi PDI Perjuangan ini. 

 

Kepedulian Wakil Rakyat yang akrab dipanggil Mbah Roso ini kepada pekerja migran tidak hanya ditunjukkan dalam kata-kata, tapi kerja nyata. Ketika ada TKI yang diancam hukuman mati baik dalam kasus kriminal maupun narkoba dia langsung bertindak. Bekerjasama dengan Kemenlu, BNP2TKI akhirnya bisa dibebaskan. 

 

Selaku anggota DPR yang mempunyai tugas legislasi, pengawasan dan anggaran selalu memperjuangkan pekerja migran. Seperti anggaran BNP2TKI tahun lalu Rp300 milyar  maka tahun ini meningkat menjadi Rp400 milyar. "Ini akan kita kawal kita awasi supaya makin maju untuk kepentingan rakyat," jelasnya. 

 

Kepedulian lainnya kepada peningkatan kesejahteraan pekerja migran juga ditunjukkan selama sehari penuh mengunjungi mitra kerja binaan mantan TKI di Malaysia dan Korea yang sukses berwirausaha dan membuka lapangan kerja di desanya. Bang Udin yang membuka usaha jamur kini beromset Rp30 juta perbulannya dengan tenaga kerja 25 orang. Kemudian yang cukup fantastis Hadi, mantan TKI di Korsel ini memiliki peternakan ayam yang cukup besar dengan 47 kandang menyerap ratusan pekerja dan omsetnya mencapai miliaran rupiah. 

 

"Ini beberapa contoh pembinaan pekerja migran yang sukses. Obsesi saya program ini ditingkatkan sehingga kita tak perlu kirim TKI ke luar negeri. Mantan TKI bisa berwirausaha membantu angkatan kerja yang akan terus   bertambah," pungkas Mbah Roso. (mp/sc)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BPJS Ketenagakerjaan Harus Perbanyak Sosialisasi Kepada Nelayan
13-03-2019 / KOMISI IX
BPJS Ketenagakerjaan harus bisa mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya nelayan, bahwa perlindungan ketenagakerjaan sangat penting untuk mereka. Selama ini, sosialisasi itu...
Komisi IX Apresiasi Program 3R Kemenaker
13-03-2019 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Budi Yuwono mengapresiasi pogram Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding atau 3R terhadap Balai Latihan Kerja (BLK)...
Perlindungan Nelayan Belum Maksimal
13-03-2019 / KOMISI IX
Perlindungan dan jaminan terhadap para nelayan di Provinsi Sumatera Utara belum berjalan dengan maksimal. Dari total 160.000 tenaga kerja yang...
Komisi IX Dorong Pemerintah Benahi BLK
13-03-2019 / KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfiz mendesak pemerintah untuk mencari solusi dan terobosan baru untuk membenahi Balai Latihan...