Pelatihan Kerja “Sonagi” Pati Perlu Dikembangkan

15-05-2018 / KOMISI IX

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso. foto : singgih/hr

 

 

Anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso mengapresiasi pelatihan kerja “Sonagi” di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah yang telah berhasil membina mantan TKI Korea Selatan yang sukses mengembangkan ternak ayam. Salah seorang TKI Purna Hadi, meraih sukses luar bisa.  Dia menjadi pemasok sebanyak 1,3 juta ekor ayam ke KFC, Mac Donald dan perusahaan makanan lainnya.

 

Ketika melakukan peninjauan langsung ke lokasi kandang ayam di Sukolilo pekan lalu, Imam Suroso ikut menyaksikan ayam-ayam yang akan dikirim ke sejumlah perusahaan tersebut. Yang juga patut diapresiasi, Hadi yang memiiki 47 kandang ayam besar ini mempekerjakan teman-teman mantan TKI sebanyak 450 orang.

 

“Kebetulan Pak Hadi itu bagus, mau melakukan sosialisasi ke mana-mana yang berkaitan dengan  keberhasilan ternak ayam. Kandangnya besar dan ternaknya ribuan ekor. Hal ini akan  saya bawa dalam Raker dengan Menaker dan BNP2TKI. Keberhasilan Pak Hadi ini bisa dikembangkan di daerah lain, khususnya daerah pengirim TKI,” jelas Politisi PDI Perjuangan Dapil Jateng ini.

 

Di Balai Latihan Kerja (BLK) Sonagi, lanjut mbah Roso panggilan akrab legislator PDI Perjuangan ini, diadakan pelatihan 3-6 bulan mendalami Bahasa Korea,  sehingga calon TKI yang dikirim sudah siap kerja. Selanjutnya  kalau sukses bawa duit banyak dibawa pulang  untuk modal.

 

Di daerah ini, kata Imam, ada pembatasan hanya dua periode atau dua kali masing-masing selama 3 tahun (selama 6 tahun), setelah itu pulang menjadi purna dan berbakti sosial menularkan ilmu bisnisnya. Ia menyatakan setuju atas permintaan Pak Hadi agar di KBRI Korsel juga membuka pelatihan pada hari libur Sabtu Minggu.

 

Saat ditanya, Hadi menjelaskan bahwa pihaknya akan mengembangkan lagi dari 47 menjadi 67 kandang. Kalau satu kandang nilanya Rp1,5 milyar, maka 47 kandang nilainya sekitar Rp60 milyar. Di BLK Sonagi, kata Hadi, pertama kali calon TKI yang akan berangkat dilatih, setelah sampai di luar negeri selama dua periode pulang, kemudian dilatih usaha lagi oleh Sonagi pelatihan dibantu BNP2TKI.

 

“Alhamdulillah adanya pelatihan, usaha kini menjadi besar. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk seluruh bangsa Indonesia,” kata Hadi.

 

Terkait pembatasan TKI ke Korsel hanya 2 periode atau selama 6 tahun, menurutnya sebagai sirkulasi bagi calon TKI yang baru dan lulus dididik bisa mengisi lowongan pekerjaaan di Korea. “Sementara ini pelatihan Sonagi baru 1 di Sulolilo sebagai pilot proyek di Indonesia. Harapannya bisa dikembangkan di daerah lain untuk membantu mengatasi meningkatnya angkatan kerja,” tutup dia. (mp/sc)

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BPJS Ketenagakerjaan Masih Perlu Partisipasi dan Sosialisasi Lebih Luas
18-10-2018 / KOMISI IX
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena berharap kepada pada semua pemangku kepentingan (stake holder) yang berhubungan dengan BPJS Ketenagakerjaan...
Komisi IX Kecewa Tak Hadirnya Pekerja Non Penerima Upah dalam Kunjungan di Kepri
18-10-2018 / KOMISI IX
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR RI ke Provinsi Kepulauan Riau Saleh Partaonan Daulay mengatakan, kunspek ini...
BPJS Ketenagakerjaan Perlu Tingkatkan Sosialisasi
18-10-2018 / KOMISI IX
Anggota Panitia Kerja (Panja) BPJS Ketenagakerjaan Komisi IX DPR RI Ayub Khan mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan perlu meningkatkan sosialisasi yang masif...
Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kalsel Masih Minim
17-10-2018 / KOMISI IX
Panitia Kerja (Panja) BPJS Ketenagakerjaan Komisi IX DPR RI mendapatkan informasi bahwa tingkat partisipasi pekerja dalam keikutsertaan menjadi peserta BPJS...