Donor Darah Kemanusiaan Melatih Kesadaran Peduli Sesama

16-05-2018 / LAIN-LAIN

Karyawan/i melaksanakan donor darah kemanusiaan yang bekerjasama KSDD dengan KORPRI Setjen DPR RI, foto : rni/hr

 

 

 

Sekretaris Keluarga Sehat Donor Darah (KSDD) sekaligus Kepala Sub Bagian Pelayanan Kesehatan Setjen dan BK DPR RI Bambang Soleh Zulfikar berharap dengan adanya donor darah kemanusiaan dapat meningkatkan kesadaran sesama akan kebutuhan darah bagi yang membutuhkan.

"Mudah-mudahan ke depannya kita bisa selalu melakukan donor darah untuk kemanusiaan, karena kita tahu kan banyak sekali orang-orang di luar sana yang membutuhkan sumbangsih dari darah yang kita sumbangkan ini," ucapnya usai memberikan sambutan dalam acara  donor darah kemanusiaan yang diselenggarakan KSDD bekerjasama dengan KORPRI DPR RI di Lobby Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/18).

Selain itu, Bambang juga berharap ke depannya pendonor yang ada di DPR RI bisa bertambah lebih banyak. Mengingat, saat ini pendonor yang sukarela mendonorkan darahnya berkisar di angka 250-400 orang.

"Mudah-mudahan DPR bisa lebih banyak memberikan sumbangan kemanusiaan donor darah ini yang sukarela lebih dari 250 orang, karena kalau sekarang kita masih dibatasi 250 sampai 400 orang. Ya ke depannya mudah-mudahan masih banyak orang yang aware  terhadap teman-teman kita yang membutuhkan darah," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena donor darah kemanusiaan ini bertepatan dengan momen menyambut Bulan Suci Ramadhan, diharapkan  darah yang didonorkan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan menjadi amal ibadah bagi pendonor.

Perlu diketahui, penyelenggaraan donor darah oleh KSDD dan KORPRI  bersama dengan PMI diselenggarakan setahun 4 kali, setiap 3 bulan sekali. Dan biasanya, PMI menargetkan hasil darah yang bisa dibawa minimal 250 bag, tapi tidak jarang jika suasana sedang ramai bisa mencapai 400 bag.

Namun,  hasil tersebut belum tentu seluruhnya bisa dilakukan pengambilan darah. Mengingat, setiap pendonor akan melewati tes kesehatan dan tingkat Hemoglobin yang diambil menentukan apakah bisa dilakukan pengambilan darah atau tidak.

"Pemeriksaan Hemoglobin kalau misalnya HB itu diatas normal kami  berani mengambil, tetapi kalau HBnya dibawah normal kami tidak berani ambil. Karena laki-laki dan perempuan itu HBnya berbeda. Nah kami  tidak berani jika HBnya di bawah normal," tutupnya. (ndy/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
PIA Rayakan Natal Bersama Anak Panti Asuhan
06-12-2018 / LAIN-LAIN
Isteri Wakil Ketua DPR RI Tri Hatmanti Utut Adianto mengapresiasi pelaksanaan perayaan natal Persaudaraan Isteri Anggota (PIA) dari Fraksi PDI...
Legislator: Sudah Waktunya UU Media Direvisi
09-11-2018 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi I DPR RI Effendi Sakti Simbolon menyatakan bahwa sudah waktunya Undang-Undang (UU) yang mengatur media harus direvisi. Ia...
Media Partisan Dianggap Cederai Demokrasi
08-11-2018 / LAIN-LAIN
Media adalah sarana paling penting dalam proses berjalannya demokrasi di era reformasi saat ini. Ruang yang dibuka seluas-luasnya ini menjadi...
Peredaran Ponsel Ilegal Harus Diberantas
07-11-2018 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi III DPR RI Taufiqulhadi menegaskan, peredaran ponsel ilegal harus diberantas. Ponsel ilegal yang masuk ke pasaran dalam negeri...