Standar Nasional Pendidikan Harus Ditinjau Ulang

17-05-2018 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah. Foto: Naefuroji/od

 

Dua hal dari delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP), perlu mendapat perhatian untuk dikaji ulang. Pertama mengenai standar proses yang memberlakukan bahwa untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) maksimum berjumlah 28 orang di setiap kelas.

 

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai pada kenyataannya saat ini sekolah yang memiliki kondisi siswa berjumlah 40 orang setiap kelasnya, jumlahnya masih sangat banyak. Begitu pula dengan yang berada di jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MK.

 

“Jika ini benar-benar diberlakukan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 tahun 2016, maka akan sangat memerlukan biaya yang sangat besar,” tandas Ferdi, sapaan akrabnya, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

 

Berdasarkan perhitungan, lanjutnya, dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas baru adalah sejumlah tidak kurang dari Rp18,1 triliun. “Hal Ini menjadi satu bukti bahwa ketika membuat kebijakan, sebaiknya tidak dihitung berdasarkan kebutuhan anggarannya. Hal yang perlu menjadi perhatian sebelum mengambil keputusan adalah seharusnya melibatkan para pemangku kepentingan termasuk DPR RI,” tegasnya.

 

Ferdi mengatakan, permasalahan kedua adalah tentang Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018 tentang Juknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS 2018) yang juga harus ditinjau kembali. Hal itu terkait dengan rincian penggunaan dana BOS yang seharusnya bisa lebih terukur.

 

“Mengingat masih banyaknya aturan dalam pelaksanaan penggunaan dana BOS, pihak Kepala Sekolah takut untuk menggunakannya. Hal itu dikarenakan petunjuk penggunaan dana kurang terinci dengan baik,” ujar politisi Fraksi Golkar tersebut.

 

Selain itu, sambungnya, seharusnya Permendikbud Nomor 69 Tahun 2009 tentang Standar Biaya Operasi Non Personalia juga dijadikan referensi. “Bahkan bila perlu, Kemendikbud harus membuat kajian ulang dan survey untuk mengetahui sesungguhnya standar biaya yang dibutuhkan,” pungkasnya. (dep/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Serapan Tenaga Terampil dan Terdidik Masih Rendah
18-07-2018 / KOMISI X
Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan tinggi saat ini tengah banyak menghadapi banyak tantangan, khususnya globalisasi. Iklim kompetisi dalam perkembangan teknologi dan...
Penerbitan SKTM Harus Dikoreksi
17-07-2018 / KOMISI X
Penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) harus dikoreksi. Pasalnya, muncul beberapa kasus pemalsuan SKTM dalam tahun ajaran baru sekarang ini,...
Legislator Harapkan Asian Games 2018 Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan
16-07-2018 / KOMISI X
Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games XVIII 2018 merupakan momentum untuk mensukseskan prestasi atlet sebagai juara di setiap cabang...
Komisi X Minta Tak Ada Plonco pada MOS
16-07-2018 / KOMISI X
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra meminta jangan ada praktek perploncoan dan perundungan pada awal-awal masuk sekolah,...