Indonesia - Austria Ingin Kembangkan Kerja Sama

24-05-2018 / B.K.S.A.P.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Juliari P. Batubara memimpin delegasi DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Austria guna meningkatkan neraca perdagangan bilateral kedua negara. Diharapkan, hubungan Indonesia – Austria yang sudah terjalin sejak 1954, baik dalam bidang politik maupun ekonomi semakin meningkat.

 

Ari, panggilan akrab Juliari memaparkan, hubungan Indonesia dengan Austria sejak lama telah ditandai dengan peningkatan kunjungan di tingkat pemerintah dan parlemen. Dalam bidang politik, kedua negara saling mendukung dalam pencalonan wakil di badan PBB dan organisasi internasional lainnya.

 

“Sebagai contoh, Austria mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020. Sebaliknya Indonesia juga mendukung pencalonan Austria sebagai anggota tidak tetap PBB 2027-2028,” papar Juliari, di Wina, Austria, Selasa (22/5/2018). Kunjungan itu juga diikuti oleh Wakil Ketua BKSAP Rofi’ Munawar serta 12 anggota BKSAP lainnya.

 

Ari menambahkan, di bidang ekonomi, Indonesia mengekspor  furnitur, kerajinan tangan dan bahan mentah. Sedangkan impor Indonesia dari Austria antara lain mesin dan suku cadang kendaraan, elektronik, produk olahan dan produk kimia.

 

Sementara, di bidang pariwisata, ia juga menjelaskan situasi dan kondisi terkini dalam negeri terkait isu terorisme. Menurutnya, keamanan Indonesia tetap terkendali, sehingga aman untuk dikunjungi.

 

Tak hanya itu, Ari juga membuka peluang kesempatan bisnis bagi sektor swasta di bidang Infrastruktur. Ia mengatakan, saat ini Indonesia sedang giat membangun berbagai proyek infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara serta pembangkit tenaga listrik, yang membutuhkan investasi yang besar.

 

Selama di Austria, delegasi BKSAP melakukan kunjungan ke parlemen, Kementerian Transportasi, Inovasi dan Teknologi Austria dan kunjungan lapangan ke Siemens Mobility. Di pabrik seluas 14 ha itu, delegasi berkesempatan melihat langsung proses perakitan keretan dari rangka hingga menjadi barang jadi.

 

Dalam kunjungan tersebut, Director of Sales Siemens Mobility Christoph Masopust mengatakan ingin berpartisipasi dalam pembangunan transportasi publik di Indonesia, terutama untuk transportasi massal kereta api.

 

Menanggapi hal itu, Anggota BKSAP DPR RI Rachel Maryam mengatakan akan menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut kepada pemerintah, sembari meminta Siemens memberikan harga yang kompetitif. Ia juga mengingatkan, agar kerjasama tersebut nantinya tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan di dalam negeri, seperti penggunaan tenaga kerja asing.

 

Terkait hal ini, Masopust mengatakan pihaknya dapat bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan di antara kedua pihak, antara lain menyangkut finansial, tenaga kerja, maupun transfer teknologi. (ann/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pemuda Perlu Lebih Dilibatkan dalam Pengambilan Kebijakan
18-10-2018 / B.K.S.A.P.
Pemuda harus diberi peran lebih besar dalam pembuatan kebijakan di era kehidupan saat ini, yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Teknologi...
Indonesia Desak Status Kewarganegaraan Rohingya di IPU
16-10-2018 / B.K.S.A.P.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi’ Munawar mendesak agar Pemerintah Myanmar segera memberikan status kewarganegaraan...
DPR Apresiasi Bantuan Venezuela Untuk Korban Bencana Sulteng
09-10-2018 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Mohamad Hekal menerima Duta Besar Venezuela untuk IndonesiaGladys Fransisca Urbaneja Duran,...
Partisipasi Politik Perempuan Harus Ditingkatkan
08-10-2018 / B.K.S.A.P.
Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dwie Aroem Hadiatie pada Sidang Komisi Sosial dan Budaya, Asian Parliamentary...