Penerimaan Pajak Harus Genjot Perekonomian Sumsel

28-05-2018 / BADAN ANGGARAN

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Azis Syamsuddin foto : Azka/mr

 

 

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan bahwa indeks penerimaan pajak di Sumatera Selatan pada kuartal pertama sudah mencapai 25,8 persen dari total yang ditargetkan dari penerimaan APBD. Keterangan itu disampaikan Kantor Wilayah Dirjen Pajak Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, di sela-sela Kunjungan Kerja Banggar ke Sumsel.

 

Azis berharap dalam kurun waktu dari bulan Juni sampai akhir tahun nanti, penerimaan pajak bisa digenjot, sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi kegiatan ekonomi Sumsel. Selain itu, peran dari sektor Bank Indonesia dan Bea Cukai bisa berjalan.

 

“Tentu masukan-masukan yang disampaikan tadi harus dilakukan koordinasi dengan dinas serta pemerintah daerah terkait. Dalam hal ini misalkan stok beras, stok bahan baku agar nanti datanya akurasi dan mendapatkan fakta realistis,” jelasnya, usai pertemuan dengan jajaran Pemprov Sumsel, perwakilan Bank Indonesia, Kanwil Dirjen Pajak Sumsel dan Babel, Dirjen Bea dan Cukai Sumbagtim, Otoritas Jasa Keuangan dan OPD Sumatera Selatan, di Palembang, Sumsel, Jumat (25/5/2018).

 

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dari semua masukan-masukan dari hasil diskusi ini, harus dilakukan koordinasi dengan dinas-dinas pemerintah daerah terkait. Dalam hal misalnya stok beras, stok bahan baku, supaya nanti keakuratan datanya menjadi suatu fakta dan realis. Selain itu, sektor pangan juga tercipta realisasi penguatan-penguatan ekonomi yang ada di daerah di tahun 2019.

 

“Kami berharap di tahun 2019 bisa membuat suatu ilustrasi agar swasembada dalam sektor pangan dan kebutuhan bisa  menjadi penguatan ekonomi di daerah, Misalkan petani, apakah kemajuan teknologi sistem pupuk, kemudian metode penanaman dan lain sebagainya. Begitu juga pada sektor perikanan, kemudian jalan dan lain sebagainya, sehingga nantinya dapat mengenai sasaran dengan tepat,” ungkapnya.

 

Terkait persiapan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Sumsel pada Agustus 2018 mendatang, Azis mengatakan pihaknya berharap seluruh persiapan segera selesai pada bulan Juni mendatang. Karena salah satu program pemerintah adalah untuk mensukseskan Asian Games dan berjalan dengan baik.

 

“Dan kami dari sisi Banggar DPR RI akan mengawasi bagaimana infrastruktur ini selesai di bulan Juni kemudian pertanggung jawaban dari penggunaan infrastruktur dan sarana prasarana,” tambah Azis.

 

Dalam kesempatan itu, Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel, Edwar Juliartha menyampaikan mengenai progres kesiapan Asian Games 2018. Secara umum kegiatan di Jakabaring Sport City sudah on the track.

 

“Sebelumnya sudah banyak seperti OCA, INASGOC dan yang terakhir delegasi dari Jepang melakukan kunjungan ke Jakabaring Sport City dan melihat langsung wisma atlet, rusunawa dan rusunami, mereka merasa puas dan dikarenakan venue-venue yang letaknya terintegrasi di satu wilayah,” jelas Edwar.

 

Sementara itu, Kanwil Dirjen Pajak Sumsel dan Babel memaparkan mengenai evaluasi terhadap realisasi tahun 2017 dan rencana target penerimaan pajak pada tahun 2018 serta strategi dan usaha dalam meningkatkan kesadaran Wajib Pajak (WP). Sedangkan, Dirjen Bea dan Cukai Sumbagtim memaparkan mengenai strategi dalam meningkatkan penerimaan negara dan bea cukai. (azk/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Asian Games Diharapkan Dongkrak Perekonomian Sumsel
28-05-2018 / BADAN ANGGARAN
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI My Esti Wijayati mengatakan bahwa event Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta...
Penerimaan Pajak Harus Genjot Perekonomian Sumsel
28-05-2018 / BADAN ANGGARAN
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan bahwa indeks penerimaan pajak di Sumatera Selatan pada kuartal pertama sudah...
Banggar Sambut Baik Usulan Gubernur Bali
29-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyambut baik usulan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika agar dana perimbangan keuangan daerah diserahkan...
Ketimpangan Pembangunan Terjadi di Bali
27-03-2018 / BADAN ANGGARAN
Ketimpangan pembangunan terjadi di Provinsi Bali. Wilayah Bali selatan paling banyak tersentuh pembangunan. Sementara pembangunan tidak menyentuh wilayah Bali utara,...