Ketua DPR Akan Koordinasi Terkait Ganti Rugi Tanah Milik Warga Papua

05-06-2018 / PIMPINAN

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan Kepala Suku Adat Papua di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, foto : jaka/hr

 

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah guna mencari solusi terbaik atas tanah adat/ ulayat milik warga Papua yang terpakai untuk pembangunan Bandara Sentani. Pasalnya, hingga kini pemilik tanah adat dan ahli waris mengaku belum mendapat ganti rugi dari pemerintah.

 

“DPR akan menanyakan kepada Kementerian Perhubungan mengenai ganti rugi tanah milik warga Papua yang dijadikan landasan Bandara Sentani. Kita tidak ingin masyarakat menjadi korban dan kehilangan hak-haknya. Namun di sisi lain, juga perlu ada aturan hukum dan kejelasan terhadap tanah adat/ ulayat tersebut agar jangan sampai ada klaim sepihak,” ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, saat menerima perwakilan Kepala Suku Adat Papua di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

 

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Yusak Pangkali (Kepala Suku), Elisa Felle (Kepala Suku), Yohosua Pangkali (Ondofolo Besar Kampung Yahim - Yobeh), Hofni Simbiak (Pendeta), Nelvis Manobi (Kepala Suku) serta Yotam Pankali (Kepala Suku).

 

Bamsoet menuturkan, perwakilan Kepala Suku Adat Papua tersebut datang untuk mengadukan tuntutan ganti rugi atas tanah seluas 52 hektar milik mereka yang dijadikan landasan pacu Bandara Sentani.  Para Kepala Suku Adat Papua juga telah mengirimkan surat pengaduan kepada Presiden sampai ke Kementerian terkait lainnya. Surat terakhir ke Presiden Jokowi sudah dikirim bulan lalu, namun belum ada respon sampai saat ini.

 

“Sejak tahun 1973, pemilik tanah adat dan ahli warisnya merasa belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah. Saudara-saudara kita dari Kepala Suku Adat ini meminta ganti rugi atas tanah seluas 52 hektar senilai Rp1,4 miliar. Mereka sudah menyampaikan berbagai dokumen pendukung, termasuk peta lokasi tanah, dan dokumen kepemilikan sejak zaman kolonial dulu,” papar Bamsoet.

 

Politisi Partai Golkar itu menegaskan, pihaknya akan membantu menyelesaikan permasalahan tanah ini. Komisi II DPR RI akan diminta segera berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional untuk melakukan pengecekan terhadap status tanah tersebut. Sementara, Komisi V DPR RI juga akan diminta berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

 

Ia berharap permasalahan tanah tersebut jangan sampai mengganggu kedamaian di tanah Papua. Para Kepala Suku diminta tetap menjaga kondusifitas masyarakat, serta tetap mengedepankan dialog dalam mencari solusi terbaik. Jangan sampai ada tindakan ataupun provokasi dari pihak luar yang justru akan merugikan mereka sendiri.

 

“Kita adalah negara yang menjunjung tingggi hukum. Dalam penyelesaian suatu masalah, koridor hukum harus dikedepankan. Saya yakin saudara semua bisa menjaga diri agar tidak terprovokasi melakukan hal-hal yang justru bisa merugikan. Percayakan kepada pemerintah dan DPR RI, Insya Allah melalui dialog seperti ini kita bisa mencari solusi terbaik,” pungkas Bamsoet. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Terima Aspirasi Kepala Desa Bogor, Fadli Zon Dukung Pemekaran
22-06-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendukung upaya dan langkah pemekaran Kabupaten Bogor, mengingat sangat padatnya penduduk Kabupaten Bogor sehingga...
Agus Hermanto Gelar Open House Idul Fitri 1439 Hijriah
21-06-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto beserta keluarga menggelar open house Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, di rumah dinasnya...
Open House Utut Adianto Diwarnai Suasana Keakraban
21-06-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto beserta keluarga menggelar open house pada hari kedua perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah, dikediamannya...
Ketua DPR Prihatin Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun
21-06-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo prihatin dan turut berduka cita atas musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan...