Legislator Nilai Rincian Anggaran Lemhannas dan Wantannas Terlalu Kuno

06-06-2018 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty, foto : ariefhr

 

 

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty mengaku sangat miris melihat ketimpangan yang terjadi pada Lembaga Pertahanan Nasional (Lemahannas) dan Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas). Ia mengaku kaget melihat jumlah anggaran dua lembaga tersebut yang sangat kecil dan berbeda jauh dengan mitra-mitra kerja Komisi I lainnya.

 

“Setiap orang kalau menjadi alumni pendidikan Lemhannas itu punya suatu kebanggaan, kalau mau jadi pimpinan harus sekolah Lemhannas dulu kan begitu. Tetapi kalau kita lihat anggarannya, itu tidak sepadan. Tidak sesuai,” ujarnya di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Lemhannas dan Wantannas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2018).

 

Politisi PDI Perjuangan itu menilai permintaan anggaran yang diajukan Lemhannas sangat konvensional dan sangat kecil. Jika hal ini dilanjutkan, maka Evita meyakini kemungkinan besar hanya menghambat program-program yang akan dijalankan oleh kedua lembaga tersebut.

 

“Sangat kuno sekali. Anggaran yang diminta oleh Lemhannas contohnya hanya minta untuk perbaikan gedung atau perbaikan perangkat komputer yang sudah tua, ini kuno banget. Bandingkan dengan lembaga lain yang sudah meminta anggaran triliunan rupiah untuk pengadaan teknologi yang canggih,” tambahnya.

 

Padahal Indonesia sedang menghadapi ancaman yang sangat serius terkait mentalitas bangsa. Dasar materi dari revolusi mental itu berada di lembaga ini. Pada akhirnya kemudian posisi Lemhannas menjadi sangat dipertanyakan karena seharusnya mereka berperan aktif dalam menjaga dan membangun karakter nasionalisme bangsa yang saat ini mulai pudar.

 

“Dengan persoalan-persoalan mentalitas bangsa yang ada saat ini, Lemhannas diharapkan berani untuk maju sebagai lembaga yang dapat memperbaiki mentalitas karakter bangsa. Tentunya hal ini harus didorong dengan anggaran yang jelas dan efektif,” tandas politisi dapil Jawa Tengah itu. (eps/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
LKBN Antara Dituntut Fokus Pengembangan Printed Media
18-03-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty menegaskan, kewajiban Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara adalah untuk memberitakan informasi capaian...
Teror Selandia Baru, Tantangan Bagi Intelijen
18-03-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir menyebut bahwa aksi teror yang terjadi di Selandia Baru, yang notabene negara sangat...
Komisi I Minta Setop Penyebaran Video Aksi Teror Selandia Baru
18-03-2019 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya mengecam sekaligus mengutuk aksi teror yang terjadi di Selandia Baru yang menelan...
TNI Harus Utamakan Netralitas
18-03-2019 / KOMISI I
Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai alat kelengkapan negara dalam bidang pertahanan harus mengutamakan sikap netralitas, terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu)...