Legislator Tuntut Fungsi Lemhannas dan Wantannas di Masyarakat

06-06-2018 / KOMISI I

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty (kanan), foto : arief/hr

 

 

Anggota Komisi I DPR RI Evita Nursanty mempertanyakan fungsi Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), di tengah suasana kehidupan bangsa saat ini yang sangat genting.

 

Evita meminta Lemhannas dan Wantannas lebih kreatif untuk berperan aktif sesuai tugas pokok dan fungsinya menjaga ketahanan nasional. Seperti diketahui banyaknya kasus terkait ketahanan nasional yang muncul ke permukaan. Hal ini harus cepat diantisipasi karena semakin menimbulkan perpecahan.

 

“Saya ngeri melihat situasi dinamika yang terjadi di masyarakat saat ini mengenai 3 isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme itu sangat ngeri. Mereka goes to campus sekarang. Seharusnya Lemhannas dan Wantannas juga melakukan hal yang sama,” tegasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Lemhannas dan Wantannas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2018).

 

Kedua lembaga ini diharapkan dapat membuat gebrakan dalam rangka mengembalikan suasana kondusif di dalam masyarakat. Evita mencontohkan satu kegentingan lainnya lagi mengenai banyaknya konflik kepentingan yang terjadi dalam dinamika partai politik di Indonesia.

 

“Sekarang ini politik praktis kita sudah jauh dari empat pilar kebangsaan. Banyak terus terang saja politisi-politisi kita yang sekarang ini hanya mementingkan kekuasaan dibanding kesatuan NKRI. Mengakomodir segala cara untuk merebut kekuasaan, sudah jauh dari yang namanya politik beradab. Nah, kontribusi Lemhannas dan Wantannas seperti apa dari partai politik ini. Apakah cuma alpa dan hanya melakukan pembiaran saja,” katanya seolah bertanya.

 

Lemhannas dan Wantannas, menurut politisi dapil Jawa Tengah itu memiliki banyak alumni-alumni yang cerdas dan memiliki banyak ide cemerlang. Sehingga mereka diharapkan bisa membantu untuk memberikan pemahaman wawasan kebangsaan kepada seluruh masyarakat Indonesia. (eps/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
WNI Kembali Diculik, Komisi I Minta Perjanjian Patroli Trilateral Dievaluasi
24-09-2018 / KOMISI I
Penculikan Warga Negara Indonesia (WNI) kembali terjadi. Sebanyak dua orang WNI asal Sulawesi Selatan bernama Samsul Saguni dan Usman Yunus...
UU ITE Harus Dipahami Generasi Muda
20-09-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan, diskusi panel bertema “Relevansi UU ITE Pasca Revisi” dalam rangkaian kegiatan Parlemen Remaja...
Komisi I Setujui RUU Kerja Sama Pertahanan Indonesia dengan Belanda dan Arab Saudi
19-09-2018 / KOMISI I
Komisi I DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengesahan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pertahanan Kerajaan...
Legislator Pertanyakan Dasar Penyusunan RUU Kerja Sama Pertahanan Luar Negeri
18-09-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Supiadin Aries Saputra mempertanyakan peran Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara yang tidak...