Besaran Anggaran Ristek dan Dikti Masih Timpang

07-06-2018 / KOMISI VII

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, eno/hr

 

 

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengatakan bahwasanya dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKAKL) 2019 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi walaupun mengalami kenaikan, tetapi masih saja timpang. Khususnya untuk anggaran Riset dan Teknologi (Ristek) dibandingkan Pendidikan Tinggi (Dikti).

 

“Mengenai anggaran 2019, saya lihat tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk Ristek ada kenaikan dari Rp890 miliar sekarang menjadi Rp1,05 triliun. Tetapi bila dibandingkan dengan anggaran Pendidikan Tinggi yang mencapai Rp40 triliun, dana Ristek seperti tidak berarti apa-apa,” kata Herman saat Rapat Kerja dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

 

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan bahwa kenaikan ini juga tidak signifikan untuk mendorong terjadinya akselerasi inovasi dibidang teknologi. Artinya dimana pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap masa depan negeri dalam penguasaan teknologi kalau anggaran risetnya sangat kecil.

 

“Anggaran riset tersebut tidak memadai untuk bisa menghasilkan riset-riset inovatif. Contohnya saja kami saat melaksanakan kunjungan lapangan, kami hanya sampai bagaimana melakukan uji coba teknologi. Tetapi idak sampai melakukan inovasi lebih besar lagi dan lebih luas dan tentu bisa lebih bermanfaat,” tambah Herman.

 

Catatan paling penting yang diberikan Herman di dalam perspektif anggaran berjalan dan anggaran 2019, adalah bagaimana pemerintah seharusnya mendorong agar inovasi riset semakin meningkat. Dan tentu tidak mengurangi anggaran pendidikan.

 

Herman membandingkan juga membandingkan kemajuan riset dan teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan. “Jika nanti tahun 2045 penguasaan teknologi Indonesia akan sama dengan di Korea Selatan tahun 2015. Jadi peradaban teknologi kita maju ke depan, namun perbandingan kita mundur ke belakang,” tegasnya.

 

“Ini tentu menjadi catatan kita, mudah mudahan Pak Jokowi sebagai Presiden selalu mengedepankan akselerasi riset dan teknologi yang tercermin dalam bentuk anggaran,” tutup politisi dapil Jawa Barat ini. (es/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pertamina Mutlak Siagakan BBM Premium
11-06-2018 / KOMISI VII
Anggota DPR RI Komisi VII Rofi' Munawar meminta PT. Pertamina melakukan persiapan ekstra guna mengantisipasi lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak...
KLHK Harus Libatkan Swasta Kampanyekan Penghijauan
08-06-2018 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring mengatakan agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tidak sendirian dalam melakukan konservasi...
DPR Nilai Serapan Anggaran KLHK Sangat Rendah
07-06-2018 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI Tifatul Sembiring menyoroti serapan anggaran tahun 2018 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang masih...
Besaran Anggaran Ristek dan Dikti Masih Timpang
07-06-2018 / KOMISI VII
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron mengatakan bahwasanya dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKAKL) 2019...