Novel Baswedan Terlalu Diistimewakan

08-06-2018 / KOMISI III

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani, foto : arief/hr

 

 

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai terlalu diistimewakan. Ketika ia terluka matanya karena disiram air keras, DPR dan pemerintah sepakat memberi dukungan anggaran untuk pengobatannya. Namun, ketika aparat penegak hukum lainnya terluka dalam tugas, tak mendapat perhatian yang sama.

 

Inilah kritik Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani saat mengikuti rapat Komisi III dengan Pimpinan KPK, BNPT, LPSK, dan BNN di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018). DPR sempat menyetujui permohonan anggaran yang diajukan KPK untuk pengobatan mata Novel. Arsul lalu mempertanyakan, bagaimana perhatian pemerintah terhadap aparat lainnya, apakah mendapat keistimewaan seperti Novel.

 

“Beberapa waktu lalu ketika ada musibah Novel Baswedan, Ketua KPK minta permohonan dukungan anggaran. Musibah sebetulnya tidak bisa dianggarkan, tapi kami mendukung pengobatan dan perawatan Novel. Namun ketika ada aparat polisi dibacok oleh sindikat narkoba di Medan dan tidak mendapat perlakuan yang sama, keluarga polisinya kirim SMS ke saya, apakah kami kurang penting dibandingkan Novel Baswedan,” ungkap Arsul.

 

Politisi PPP ini juga mencontohkan lainnya, ketika personel Densus 88 terluka dalam tugas, ia juga tak mendapat perhatian penuh seperti Novel. Bahkan, personel Densus 88 kabarnya hanya dirawat di kelas III RS. Polri. “Dia komplain, karena tidak mendapat perhatian seperti Novel. Negara harus melindungi aparatur penegak hukumnya dengan lebih baik,” kilah Arsul.

 

Pada bagian lain, Arsul juga mengeritik KPK yang lamban menangani kasus-kasus besar. Misalnya, kasus RJ. Lino mantan Dirut Pelindo II yang belum jelas penyelesaiannya. Padahal, anggaran KPK tiga kali lipat lebih besar daripada Kejaksaan Agung dan Polri. Pimpinan KPK sendiri kerap berkilah, kasus-kasus korupsi yang nilainya kecil selalu diusut, karena menjadi pintu masuk kasus-kasus korupsi besar. “Nyatanya setelah inkrah, tak ada kasus besar yang diungkap,” imbuh Arsul. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi III Pertanyakan Serapan Anggaran Mitra Kerjanya
08-06-2018 / KOMISI III
Serapan anggaran mitra kerja Komisi III DPR RI seperti BNPT, LPSK, KPK, dan BNN untuk tahun 2017 sejauh ini belum...
Novel Baswedan Terlalu Diistimewakan
08-06-2018 / KOMISI III
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai terlalu diistimewakan. Ketika ia terluka matanya karena disiram air keras, DPR dan pemerintah...
Radikalisme Kampus Lebih Berbahaya
06-06-2018 / KOMISI III
Radikalisme kampus dinilai lebih berbahaya daripada radikalisme yang muncul dari kampung-kampung karena tekanan ekonomi. Radikalisme dari kaum intelektual kampus bisa...
Polri Layak Mendapat Tambahan Anggaran
06-06-2018 / KOMISI III
Polri sangat layak mendapat tambahan anggaran dari besaran pagu indikatif yang diajukan ke Komisi III DPR RI. Dari pagu indikatif...