Agus Hermanto Dorong Peningkatan Anggaran Perguruan Tinggi

05-07-2018 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto saat menghadiri Rapat Pleno Senat Terbuka penyampaian visi-misi calon Rektor  Universitas Negeri Semarang (UNNES) periode 2018-2022, di Jawa Tengah, Selasa (03/7/2018) foto : Runi/mr.

 

 

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mendorong pemerintah, melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memberikan penambahan anggaran kepada perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hal tersebut dinilainya sangat penting untuk meningkatkan pelayanan untuk menghasilkan tenaga pendidik yang mumpuni.

 

“Untuk itu, saya sebagai wakil rakyat DPR berharap pemerintah bisa memberikan penambahan yang cukup untuk menjadikan tenaga pelajar yang tersebar di wilayah Indonesia agar memiliki basic atau skill  yang lebih baik dan harus lebih terfokus,” ucapnya  usai menghadiri Rapat Pleno Senat Terbuka penyampaian visi-misi calon Rektor  Universitas Negeri Semarang (UNNES) periode 2018-2022, di Jawa Tengah, Selasa (03/7/2018).

 

Lebih lanjut Ketua Harian Dewan Penyantun (UNNES) itu pun menginginkan mahasiwa-mahsiswi lulusan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia, khususnya di UNNES mampu bersaing dengan tenaga kerja lokal dan asing. Untuk itu, setiap lulusan harus memiliki kualitas pendidikan yang baik.

 

Ia pun meninta UNNES membuka kerja sama dengan berbagai industri swasta maupun BUMN untuk menciptakan program-program pengembangan SDM tenaga pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja ahli serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNNES Fathur Rokhman mengatakan perjalanan UNNES harus terus berlanjut, agar bisa memberikan manfaat kepada kampus dan juga dunia saat ini. Ia mengakui, kepemimpinan dirinya sebagai rektor UNNES akan berakhir pada 2018 ini.

 

Sebagai rektor, ia pun harus mempersiapkan kepemimpinan periode berikutnya menjadi lebih baik dengan lebih bisa melakukan perubahan-perubahan agar UNNES bisa memberikan kontribusi di tingkat nasional dan juga dunia, agar kompetisi daya saing UNNES tidak hanya di nasional, tetapi di dunia.

 

“Untuk itu, kampus ini harus jadi world class university dan itu perlu kerja sama antar berbagai pihak yakni DPR, pemerintah, Kemenristekdikti, dan juga perlu kerja sama dengan industri. Kata kuncinya, SDM di UNNES perlu diperbaiki lagi dan juga rektor ke depan harus lebih baik dari pada rektor saat ini,” harap Fathur.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas UNNES Agus Puji Prasetyono menyampaikan bahwa kepemimpinan rektor merupakan sebuah nahkoda bagi satu kapal yang bergerak. Dimana satu lingkungan yang stategis berubah sangat cepat, sehingga memerlukan leadership dan pikiran-pikiran visioner ke depan dari seorang rektor pada zaman now sekarang ini.

 

“Kita tidak bisa lagi memilki universitas yang konservatif, tetapi universitas yang harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dan terus berkembang. Seorang rektor harus melihat dunia luar itu sebagai faktor penentu bagi maju mundurnya universitas ini. Sehingga universitas-universitas harus menjadi world class university dan memiliki literasi yang tinggi,” harapnya. (rni/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
DPR Harap Bahrain Perluas Kerja Sama Dengan Indonesia
17-07-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyambut hangat berbagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Bahrain di Indonesia. Sebagai...
Fahri Hamzah Pertanyakan Data BPS Mengenai Angka Garis Kemiskinan
17-07-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku sangsi dengan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait rilis data...
Ketua DPR Terima Kunjungan IDN Global
17-07-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo melakukan audiensi dengan Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Golbal) yang diwakili oleh Chairman Board of Trustee...
Freeport Tak Boleh Jadi Faktor Penekan pada Perundingan Dagang RI-AS
16-07-2018 / PIMPINAN
Perang dagang Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dapat dicegah dengan perundingan oleh kedua negara. Namun, hasil perundingan dagang RI-AS harus...