Indonesia – Irak Saling Membutuhkan

12-07-2018 / PIMPINAN

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Perdana Menteri Irak Mr. Dr. Zuhair Al Naher foto : jaka/mr

 

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai seiring kondusivitas dan perdamaian yang berlangsung di Irak, akan banyak membuka peluang kerja sama antara Indonesia dengan Irak. Sebagai negara yang sedang sibuk membangun negerinya, Irak sangat membutuhkan jasa konstruksi dan power plan. Indonesia harus bisa mengambil peluang tersebut.

 

"Kondisi Irak yang sedang membangun negerinya setelah berhasil keluar dari jeratan ISIS dan berbagai konflik lainnya, merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk membangun berbagai kerja sama. Kini ada peluang besar bagi Indonesia untuk ikut terlibat membantu Irak memulihkan aktivitas perekonomiannya," ujar Bamsoet saat menerima Juru Bicara Perdana Menteri Irak Mr. Dr. Zuhair Al Naher di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Rabu (11/7/18).

 

Sebagai negara yang memiliki cadangan migas terbesar dunia, Bamsoet menganggap Irak punya posisi penting bagi Indonesia. Kesempatan tersebut telah diambil PT. Pertamina untuk melakukan kegiatan eksplorasi produksi migas di Irak. Bahkan, di sana Pertamina memiliki potensi cadangan minyak sebesar 16 miliar barel.

 

"Saya harap kerja sama baik yang sudah terjalin seperti dalam eksplorasi migas yang dilakukan Pertamina, bisa terus ditingkatkan. Jadikan ini sebagai pintu untuk masuknya kerja sama di bidang lain. Jika Indonesia dan Irak bisa saling menguatkan, saya yakin prospek hubungan kita ke depannya tidak akan bisa digoyah oleh kondisi apapun," terang Bamsoet.

 

Politisi F-Golkar ini menambahkan, saat ini Irak telah keluar dari masa sulit karena berhasil menghadapi ISIS. Dalam recovery membangun negerinya, Irak membutuhkan banyak kerja sama dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. 

 

"Tadi Mr. Zuhair mengatakan bahwa mereka di Irak sangat terbuka dalam menerima investasi maupun kerja sama lainnya dengan Indonesia. Pertamina sudah mengambil peluang di bidang migas. Karena saat ini Irak sedang recovery, mereka sangat membutuhkan jasa konstruksi dan power plan. Tinggal sekarang bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang ini dengan baik," tutur Bamsoet.

 

Menutup pertemuan, Politisi Partai Golkar ini berharap perdamaian di Irak selalu tetap terjaga. Jangan sampai ada lagi konflik kekerasan maupun perang yang merenggut banyak korban. Kedamaian di Irak merupakan bagian dari kedamaian dunia.

 

"Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2022, Indonesia punya peran dan tanggung jawab yang besar dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia. Terlebih Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar dunia, menjadikan Indonesia punya posisi penting dalam mempertahankan dan mewujudkan perdamaian di berbagai negara berpenduduk muslim lainnya. Karena itu, kondusivitas yang saat ini sudah terwujud di Irak semoga bisa tetap terus dijaga dengan baik," pungkas Bamsoet. (ann/sc)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Hentikan Kenaikan Harga Beras Medium
12-11-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menekankan agar laju kenaikan harga beras medium harus segera dihentikan, pasalnya dengan kenaikan harga tersebut...
Fahri Hamzah Resmikan Program Magang Pemuda NTB ke Jepang
12-11-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meresmikan sekaligus menyambut positif acara seleksi peserta program magang ke Jepang, yang diikuti sekitar...
Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan Dengan Pengertian Baru
12-11-2018 / PIMPINAN
Munculnya keinginan untuk mendefinisikan pahlawan dengan definisi atau pengertian baru, seperti anti hoaks dan lainnya, dinilai terlalu cepat oleh Wakil...
Ketua DPR Optimis Hubungan Diplomatik Indonesia – Selandia Baru Meningkat
12-11-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pertemuan yang telah dilakukan oleh DPR RI dengan Parlemen Selandia Baru dapat meningkatkan hubungan...