Media Berpengaruh Tingkatkan Kepercayaan Publik

08-08-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL

Pemimpin Redaksi Jawapos.com Dhimas Ginanjar Satria Perdana  foto : Kiki/mr

 

Kinerja DPR RI sebagai institusi legislatif tidak pernah luput dari sorotan media dan masyarakat luas. Maraknya pemberitaan buruk terhadap DPR RI, telah membangun opini publik secara sepihak, tanpa mengindahkan hasil kerja yang telah dilakukan oleh Dewan selaku wakil rakyat. Tidak dipungkiri, media memiliki pengaruh terhadap peningkatan dan penurunan tingkat kepercayaan publik pada suatu objek pemberitaan.

 

Untuk itu, DPR RI melakukan analisis media dan rekomendasi untuk membangun dan memperbaiki citra lembaga parlemen di masyarakat. Sebagai salah satu supporting system Dewan, analisis media memegang peranan penting dalam menghasilkan rekomendasi isu analisis media dalam menunjang fungsi dan tugas Dewan.

 

“Fokus keyword dari diskusi ini adalah bagaimana menganalisa isu untuk menunjang fungsi dan tugas dewan serta perbaikan citra parlemen, supaya dipercaya,” kata Pemimpin Redaksi Jawapos.com Dhimas Ginanjar Satria Perdana, saat mengisi forum group discussion (FGD) bertajuk ‘Rekomendasi Isu Analisis Media Dalam Menunjang Fungsi dan Tugas Dewan’, yang digelar Analisis Media Biro Pemberitaan Parlemen, Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (08/8/2018).

 

Dhimas menjelaskan, memperbaiki stigma DPR yang sudah terlanjur buruk di masyarakat merupakan tugas yang tidak mudah. Sehingga membutuhkan strategi khusus untuk menciptakan personal/ corporate branding guna membuat lembaga lebih dikenal secara mendalam. Ia menambahkan, dalam mengurai data/ informasi terkait sebuah isu, memerlukan pendekatan yang spesifik, sehingga akar masalahnya dapat terlihat dan bisa disikapi dengan tepat dan menjadi pembicaraan yang positif.

 

“Penting untuk diingat, jangan sampai mengusulkan sesuatu, tapi tidak menjadi pembahasan. Tugas kita adalah mencitrakan, sementara belum tentu semua masyarakat dapat menerima. Untuk itu pintar-pintarlah dalam membuat konten. Ini adalah unsur paling menarik. Jangan sampai terkesan mempromosikan dengan gaya berjualan,” tambah Dhimas.

 

Dalam FGD ini, dibahas mengenai pentingnya personal branding/ corporate branding, bagaimana cara menganalisa isu, faktor-faktor yang melatarbelakangi isu rekomendasi tidak berhasil sampai dengan bagaimana cara menggali isu.

 

Selain Dhimas, hadir juga sebagai narasumber, Ketua Komisi Kompetensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kamsul Hasan. Acara yang dihadiri sejumlah pegawai Biro Pemberitaan Parlemen ini bertujuan untuk memahami teknik analisa terhadap berita, agar didapat rekomendasi yang dapat mengangkat dan memperbaiki citra DPR RI melaui tugas pokok dan fungsi DPR RI. (apr/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BK DPR Harap Tingkatkan Kerja Sama dengan Dewan Legislatif Korsel
13-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian (BK) DPR RI Indra Pahlevi mengharapkan adanya peningkatan hubungan kerja sama lebih jauh antara BK...
Pegawai ASN Harus Teladani Sifat Rasul
12-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW sejatinya memiliki makna yang sangat penting, bukan saja bagi kehidupan kaum muslimin melainkan juga kehidupan...
Penerimaan ASN Diharap Menunjang Reformasi Birokrasi
10-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Deputi Persidangan Setjen dan BK DPR RI Damayanti mengharapkan penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN)) 2018 bisa menunjang agenda reformasi birokrasi...
Tingkatkan Profesionalitas ASN, Setjen DPR Akan Bentuk Asessment Berbasis Kompetensi
07-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menegaskan bahwa sebagai suatu fase meningkatkan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat...