Pantau Pasca Gempa, Fahri Hamzah Belum Temukan Bantuan untuk Sumbawa

06-09-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI/KOrkesra Fahri Hamzah (F-PKS) berdialog dengan warga korban pasca gempa di lapangan  Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, KSB, NTB/Foto: Iwan Armanias/od

 

 

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kembali memantau penanganan pasca gempa di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pemantauan, secara umum pemerintah belum menurunkan dana apapun yang terkait dengan rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa NTB. Infrastruktur pendidikan, kesehatan, rumah ibadah dan lainnya belum tersentuh bantuan dan terjadi silang kepentingan dalam penanganan.

 

“Pemerintah daerah telah siap dengan verifikasi dan implementasi, namun uang untuk bantuan itu cuma dibicarakan pemerintah pusat. Belum ada wujudnya,” kata Fahri saat berdialog dengan warga di lapangan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Rabu (05/9/2018).

 

Fahri dan Anggota DPRD Provinsi NTB Nurdin Ranggabarani juga menyambangi Pulau Bungin yang lokasinya sangat dekat dengan episentrum gempa 19 Agustus. Di Pulau Bungin dan Kecamatan Taliwang, Fahri menyerahkan simbolis bantuan kepada Wakil Bupati Sumbawa Barat dan Kwarcab Pramuka Sumbawa Barat.

 

Di Sumbawa perhatian publik dan pemerintah pusat tidak maksimal karena fokus bantuan ada di Pulau Lombok, yang memang lebih awal diguncang gempa. Padahal di Sumbawa kerusakan tak kalah parah hanya dalam satu guncangan 6,9 Skala Richter (SR) pada 19 Agustus lalu.

 

Tidak hanya itu, politisi Dapil NTB itu juga melakukan inspeksi dan memberikan pengarahan di Posko Bencana di Kecamatan Alas dan Kecamatan Taliwang. Kemudian, pada sekolah darurat di Alas, Fahri menyemangati siswa SD Negeri, dialog dengan warga di Desa Lamunga, serta menyertai warga sholat Maghrib hingga Isya di Meraran, Seteluk.

 

Di Pulau Bungin 24 rumah terbakar dan sebagian lainnya ambruk akibat gempa. Selain itu di wilayah Alas beberapa sekolah ambruk. Di Kabupaten Sumbawa Besar, di Desa Lamunga dan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk puluhan rumah roboh dan hingga hari ini warga masih tinggal di lapangan dengan tenda-tenda seadanya.

 

Sebelumnya, dalam dialog sinkronisasi penanganan pasca gempa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (04/9/2018) lalu, Fahri meminta pemerintah untuk membangun posko nasional di Lombok untuk memudahkan koordinasi penanganan usai gempa. Sebab menurut dia, kehadiran pemerintah pusat dalam membentuk posko nasional menjadi keharusan karena banyak para pejabat daerah juga terkena gempa.

 

“Setelah Lombok Utara diguncang gempa, banyak para pejabat yang terkena dampak,” kata Fahri sambil menambahkan bahwa kehadiran posko nasional juga akan membangkitkan solidaritas sosial masyarakat untuk dapat menghadapi bencana. Selain itu, Fahri meminta tiap lembaga pemerintah yang terlibat dalam penanganan gempa melakukan sinkronisasi data agar tidak berbeda satu sama lain. (iw/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Perlu Dukungan Sarpras untuk Majukan Perekonomian Lhokseumawe
18-01-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memandang perlunya pembangunan berbagai sarana dan prasarana Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Kota Lhokseumawe dan...
Pemilu 2019 Tak Boleh Timbulkan Luka
17-01-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tidak boleh menimbulkan luka. Apalagi, perpecahan serta dendam antar...
Pemerintah Diharapkan Hapus Tagihan Kredit Perbankan Korban Bencana
17-01-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah dapat membantu menghapuskan tagihan kredit perbankan bagi para debitur yang terdampak bencana gempa...
Ketua DPR Ajak Pemuda Muhammadiyah Jaga Pesta Demokrasi
17-01-2019 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soestayo mengajak Pemuda Muhammadiyah menjaga suasana teduh dan damai menjelang pesta demokrasi atau Pemilu serentak pada...