Sekjen DPR Janji Kirim Delegasi Remaja

15-12-2010 / LAIN-LAIN

        Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh berjanji akan mengirim delegasi Parlemen Remaja yang terdiri dari siswa-siswi terbaik untuk mendampingi dan mengikuti anggota DPR dalam sidang-parlemen dunia mendatang.

"Kita mengharapkan nanti akan ada kelanjutannya dari program ini, para perwakilannya nanti akan kita bawa pada sidang parlemen dunia seperti Inter Parliamentary Union (IPU) masa-masa mendatang,"katanya pada saat membuka acara parlemen remaja 2010, di Wisma Griya Saba Kopo, Bogor baru-baru ini.

Menurut Nining, perwakilan peserta parlemen remaja nanti akan melihat secara langsung parlemen dunia bersidang. "kita pasti mampu membawa siswa-siswi terbaik kita saat sidang parlemen dunia,"harapnya.

Dia menambahkan, negara-negara lainpun seperti Korea bahkan membawa ratusan siswa parlemen remajanya saat bersidang di luar negeri."mereka memperkenalkan parlemen remajanya saat bersidang, dan itu sangat membanggakan,"katanya.

Nining menjelaskan, para siswa-siswi ini juga dapat magang di lingkungan DPR sehingga dapat melihat langsung proses kebijakan politik di DPR.  

Pada kesempatan tersebut Nining meceritakan pengalamannya saat bersidang di luar negeri, menurutnya, parlemen luar negeri yang sudah maju demokrasinya sudah lebih dahulu memiliki program pendidikan politik seperti DPR. "karena itu, mari tunjukkan siswa-siswi Indonesia dapat menunjukkan kemampuannya berdebat dengan bahasa santun, dan sehat,"tuturnya.

Nining juga membandingkan era DPR saat reformasi dan sebelum reformasi, menurutnya, pada jaman Orba dirinya mengakui DPR hanya stempel pemerintah saja, dan apabila menyinggung penguasa langsung diberikan sanksi. "pemilu reformasi dimulai pada tahun 1999 dan hak-hak sebelumnya yang berada di Presiden mulai beralih kepada DPR,"katanya.

Dia mencontohkan, dahulu kekuasaan membentuk UU ditangan Presiden setelah amandemen UUD 45 kekuasaan membuat UU beralih kepada DPR. "Usul inisiatif hampir 50 persen sekarang DPR sekarang ini, sementara pada tahun 2005-2009 hampir 90 persen usul inisiatif berasal dari DPR,"jelas Sekjen DPR RI dihadapan 121 siswa-siswi terbaik se-Jawa Tengah.

Dia menambahkan, pada 1981-1998 tidak satupun hak DPR seperti interpelasi, angket dikeluarkan. sementara setelah reformasi banyak hak-hak DPR dipergunakan. "Satu-satunya RUU yang hanya datang dari pemerintah yaitu RUU APBN,"katanya. (si) Foto:doeh/parle/DS


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Saleh Partaonan Daulay Soroti Lambannya Serapan Anggaran Kemenkes
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi peringatan terkait lambannya penyerapan anggaran di bidang kesehatan yang disampaikan Presiden...
Jazuli Juwaini Harap Kemarahan Presiden Ada Tindak Lanjutnya
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini berharap ada tindak lanjut atas kekesalan atau kemarahan Presiden...
Reshuffle Kabinet Hak Prerogatif Presiden
02-07-2020 / LAIN-LAIN
Beredar luasnya video tentang kemarahan Presiden Joko Widodo kepada menteri-menteri di dalam kabinetnya mengundang berbagai pertanyaan dan prediksi di kalangan...
Pilkada saat Pandemi, Protokol Kesehatan Harus Detail
30-06-2020 / LAIN-LAIN
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena percaya bahwa banyak diskusi-diskusi terkait pandemi Covid-19, berada pada perspektif...