KOMISI X MINTA PEMDA KALTENG TINGKATKAN PEMBINAAN OLAHRAGA UNGGULAN

22-12-2010 / KOMISI X

            Komisi X DPR RI meminta Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Dinas Pemuda dan Olah raga untuk lebih meningkatkan pembinaan pada cabang olahraga unggulan. Sesuai dengan amanat UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Pemerintah Daerah berkewajiban untuk mengembangkan satu jenis olah raga unggulan.

 


            Hal ini disampaikan Ketua Komisi X DPR Mahyuddin (Fraksi Partai Demokrat) saat memimpin kunjungan kerja ke Provinsi Kalteng, Sabtu (18/12) yang juga diikuti Wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar dan tujuh belas anggota Komisi X lainnya.

            Mahyuddin menanyakan untuk mengembangkan olahraga unggulan ini, apakah Provinsi Kalteng sudah melaksanakannya dan kendala-kendala apa yang dihadapi untuk mengembangkan olahraga tersebut.

            Ditambahkannya, prestasi yang baru saja diraih atlet dari Kalimantan Tengah dalam Asian Games 2010 di Cina sangat membanggakan, dengan menyumbangkan dua medali emas. “Prestasi ini hendaknya terus dibina dan ditingkatkan sehingga dapat meraih medali emas di tingkat olimpiade,” katanya.

            Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kepemudaan Uriananyo mengatakan, pihaknya memang harus berbenah diri terhadap olah raga yang diunggulkan oleh daerah. Menurutnya KONI sebaiknya lebih memfokuskan pada cabang-cabang olahraga yang dapat mendulang emas banyak, tapi dengan biaya yang murah.  

              Untuk memenuhi amanat UU No. 5/2005, Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengembangkan dua cabang olahraga unggulan yaitu dayung dan panahan.

            Prestasi yang diperoleh atlet Kalimantan Tengah dari dua cabang olahraga tersebut adalah atlet dayung yang dimenangkan Silo telah berprestasi meraih medali emas pada Asian Games 2010 di Cina dan atlet panahan yang dimenangkan Lockonento dengan meraih emas pada Sea Games dan Asian Games pada tahun sebelumnya.

            Adapun kendala yang dihadapi selain terbatasnya sarana dan prasarana juga keterbatasan anggaran, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.. “Yang dapat menyumbangkan emas costnya sangat tinggi sekali,” keluhnya.

            Selain itu, proses pembinaan dan pengembangan olahraga di kabupaten masih kurang maksimal, karena di daerah belum terbentuk dinas/badan khusus yang menangani masalah keolahragaan. Masih minimnya kualitas SDM keolahragaan di daerah juga menjadi kendala tersendiri dan olahraga di Kalimantan Tengah masih belum bisa dijadikan sebagai industri olahraga sehingga pihak sponsor/perusahaan/donatur masih belum berani untuk masuk ke dalam dunia keolahragaan.

            Untuk mengatasi hal tersebut, pihak KONI dan induk cabang olahraga berusaha mencari bapak angkat/pihak swasta untuk membantu dalam hal pendanaan.

            Selain mengembangkan dua cabang olahraga unggulan, pemerintah Provinsi Kalteng bekerjasama dengan KONI serta instansi-instansi terkait juga menetapkan cabang olahraga unggulan strategis.

            Cabang olahraga tersebut adalah angkat besi, tenis meja, dansa, atletik, tinju, karate, gulat dan sepak takraw.

Uriananyo  menjelaskan, kondisi dan jumlah atlet berpotensi untuk meraih medali/prestasi pada cabang-cabang olahraga unggulan sangat baik. Hal ini ditandai dengan prestasi-prestasi yang diraih pada setiap kejuaraan nasional. Cabang-cabang olahraga ini juga selalu lolos dalam kualifikasi PON, sehingga ditargetkan dapat menyumbangkan medali pada PON XVIII tahun 2012 di Riau nantinya. (tt)

 

 

 

 

 

 

 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi X Dukung Realokasi Anggaran Kemenparekraf
07-04-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI mendukung langkah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang ingin merealokasi anggarannya untuk membantu menangani wabah...
Cara Pembelajaran Daring Diapresiasi
03-04-2020 / KOMISI X
Muncul gagasan untuk merilis cara pembelajaran daring (online) di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Platform cara pembelajaran daring sangat diapresiasi...
Komisi X Bahas Sistem Belajar Daring dengan Pengelola Sarana Pendidikan Berbasis IT
02-04-2020 / KOMISI X
Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) secara virtual dengan para pengelola sarana pembelajaran berbasis IT, diantaranya...
Larangan Mudik Harus Sertakan Sanksi
01-04-2020 / KOMISI X
Larangan mudik Lebaran tahun ini yang diserukan Presiden Joko Widodo idealnya harus menyertakan sanksi bagi pelanggarnya. Menurut Wakil Ketua Komisi...