Data Komprehensif Dibutuhkan Dalam Implementasi SDGs

02-11-2018 / B.K.S.A.P.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat memimpin pertemuan Delegasi BKSAP DPR RI dengan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik di Astana, Kazakhstan.Foto :Dok/rni

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa untuk menerapkan dan memantau kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta untuk pengambil keputusan, dibutuhkan data dan statistik yang akurat, tepat waktu, relevan, dapat diakses, dan mudah digunakan.

 

Hal itu ia ungkapkan saat memimpin pertemuan Delegasi BKSAP DPR RI dengan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik di Astana, Kazakhstan, Jumat, (26/10/2018). Masih terkait SDGs, kedua belah pihak juga berdiskusi tentang upaya untuk memperkuat kualitas dan ketersediaan data statistik untuk manajemen, desain program dan kinerja pemantauan.

 

Legislator Partai Demokrat ini berbagi pengalaman pencapaian Indonesia di bidang SDGs dengan pihak Kazakhstan. Menurutnya, semua negara perlu untuk memanfaatkan sepenuhnya data dalam mencapai sasaran dan target dari Agenda 2030.

 

“Kita perlu mengembangkan alat dan kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan sumber data baru. Dalam hal ini, Indonesia telah mengembangkan sistem untuk meningkatkan tata kelola data itu sendiri dalam sektor publik melalui apa yang dinamakan One Data Initiative,” jelas Nurhayati.

 

Ia menambahkan, Inisiatif Satu Data ini diharapkan sesuai dengan upaya pemerintah untuk memantau SDG, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan data pemerintah serta memiliki informasi yang tepat waktu dan dapat diandalkan dari masing-masing pemerintah kabupaten/ kota untuk merancang peta jalan yang dilokalkan dan mengelola target tertentu.

 

Di akhir pertemuan, ia menyampaikan kepada semua pihak untuk memanfaatkan teknologi untuk implementasi SDGs. Kepada para pejabat Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik, ia mencontohkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeksplorasi aset visualisasi data yang salah satunya berbentuk dashboard.

 

Legislator daerah pemilihan Jawa Timur ini menjelaskan, alat ini adalah perangkat yang memvisualkan indikator-indikator SDGs, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), ekonomi, infrastruktur, dan tema lainnya dalam bentuk kombinasi grafik, peta, dan tabular.

 

Alat interaktif ini dirancang oleh Pulse Lab Jakarta melalui konsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melacak kemajuan SDGs di seluruh kepulauan yang beragam di Indonesia. Dashboard ini menampilkan informasi terkait 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di 34 provinsi. (sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BKSAP DPR Hadiri OECD GPN 2019
20-02-2019 / B.K.S.A.P.
Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menghadiri Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) Global Parliamentary Network...
DPR Dorong APA Fokus Pembangunan Manusia
14-02-2019 / B.K.S.A.P.
DPR RI mendorong Asian Parliamentary Assembly (APA) untuk fokus pada isu pembangunan manusia sebagai upaya memperkuat kapasitas kawasan mengelola pertumbuhan...
Capaian SDGs Sangat Krusial
31-01-2019 / B.K.S.A.P.
Saat ini progres capain Sustainable Development Goals (SDGs) sangat krusial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dan parlemen mengambil peran penting soal ini...
OSS dan Koordinasi Pusat dan Daerah Jadi Kendala Investasi
31-01-2019 / B.K.S.A.P.
Ketua Panja Kerja Sama Ekonomi Regional (KER) Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Juliari Batubara menilai Sistem Online...