Tidak Perlu Negosiasi Dengan KKB

05-12-2018 / KOMISI I

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Asril Hamzah Tanjung saat memimpin raker/Foto:Kresno/Iw

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung menyampaikan dengan tegas bahwa penyerangan terhadap pekerja PT. Istaka Karya (Persero) di Kabupaten Nduga, Papua harus diusut tuntas. Menurutnya tidak perlu ada negosiasi lagi dengan para kriminal tersebut, karena sudah terlalu banyak penyerangan yang mereka lakukan dan menimbulkan banyak korban jiwa.

 

“Tidak perlu ada negosiasi lagi, harus kita tuntaskan itu orang-orang KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata, RED). Sudah banyak terjadi tragedi berdarah dan menimbulkan banyak korban jiwa serta korban trauma, maka harus wajib kita amankan negeri kita ini dari segala organisasi terlarang,” geramnya saat ditemui Parlementaria seusai rapat kerja dengan Menteri Pertahanan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

 

Hal ini ia sampaikan terkait penyerangan yang diduga dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang dilakukan pada Minggu (2/12/2018), di Nduga, Papua. Selain menculik para pekerja PT. Istaka Karya mereka juga menyerang pos pengamanan TNI di distrik Mbua, Nduga.

 

Asril saat ini masih mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi, sedangkan daerah rawan seperti itu seharusnya dijaga dengan ketat oleh aparat keamanan. Ia menegaskan akan mempertanyakan hal ini lebih lanjut dalam rapat dengan pihak TNI dan akan secepatnya mencarikan solusi agar kejadian ini tidak terulang.

 

“31 orang mati, berarti tidak main-main ini. Tadi kita tanya Menteri Pertahanan, belum ada jawaban secara resmi, mungkin sedang diselidiki. Kita yang di DPR juga kaget mendengar ini, kenapa pekerja-pekerja di daerah rawan ini tidak ada pengamanan, harusnya ada dong. Nanti kita akan tekankan lagi ketika rapat dengan TNI atau Polri bagaimana solusinya,” ujar Legislator Partai Gerindra tersebut.

 

Sementara itu, Anggota Komisi I Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Lena Maryana menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 31 pekerja di Kabupaten Nduga tersebut dan berharap bahwa pemerintah melakukan tindakan segera untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

 

“Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya 31 pekerja di Nduga dan saya dengar bahwa sampai hari ini belum dapat dievakuasi. Saya berharap pemerintah segera melakukan tindakan untuk mengevakuasi korban,” tuturnya dalam rapat.

 

Legislator dapil DKI Jakarta II ini berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi di masa yang akan dating. Ia mendoakan para pekerja yang gugur tersebut dalam keadaan syahid karena sedang melaksanakan program yang digagas oleh pemerintah. (eps/es)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Pembangunan Korem di NTT Diminta Dibatalkan
14-12-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta Kodam IX/Udayana membatalkan rencana pembangunan Komando Resort Militer (Korem) di wilayah...
Kekurangan Alutsista TNI Harus Mendapat Perhatian Serius Pemerintah
14-12-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Effendi M.S. Simbolon mengungkapkan keprihatinannya mendengar pemaparan Asisten Perencanaan Kodam (Asrendam) IX/Udayana, Denpasar, Bali, bahwa...
Pembangunan Korem Harus Pertimbangkan Aspek Sosial
13-12-2018 / KOMISI I
Rencana pembangunan Komando Resor Militer (Korem) 165/WCA di Wilayah Kodam IX/Udayana, Provinsi Bali, yang rencananya berada di Provinsi Nusa Tenggara...
Komisi I Minta Pemerintah Tegas Hadapi Separatisme di Papua
13-12-2018 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir meminta pemerintah bertindak tegas dalam menghadapi kelompok separatisme di Papua. Menurut Darizal, apa...