Pimpinan DPR Studi Perpindahan Ibukota Ke Myanmar

05-12-2018 / PIMPINAN

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto saat kunjungan kerja muhibah ke Negara Republik Persatuan Myanmar. Foto: Agung/od

 

Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto melakukan kunjungan kerja muhibah ke Negara Republik Persatuan Myanmar. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri melalui diplomasi parlemen, dan menggali informasi terkait dengan latar belakang, perencanaan, dan pelaksanaan perpindahan ibu kota Yangon ke Naypyitaw. 

 

"Sebenarnya pemindahan ibu kota bukan hal baru di dunia ini. Beberapa negara malah sudah melakukannya dan boleh dibilang berhasil dengan tumbuhnya perekonomian," ujar Utut di Naypyitaw, Myanmar, Rabu (5/12/2018).

 

Legislator PDI Perjuangan ini menjelaskan, belakangan ramai dibicarakan wacana perpindahan ibu kota Republik Indonesia (RI) dari Jakarta ke suatu tempat luar jawa. Salah satu tujuan pemindahan ibu kota ditujukan untuk pemerataan pembangunan. Namun, sesungguhnya pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke tempat lain saat ini adalah sebuah keniscayaan. 

 

Hingga kini, wacana pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta belum pudar, pengkajian terus dilakukan dengan kehati-hatian meskipun pemindahan ibu kota itu sendiri dilakukan oleh pemerintah. Menurut informasi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), ibu kota baru tersebut akan dibangun di lahan yang masih sangat luas dan sepi.

 

"Ditinjau dari berbagai aspek, Jakarta saat ini menjadi pusat kota dari berbagai sendi kehidupan baik sebagai pusat pemerintahan, bisnis, maupun yang lain. Hal itu menjadikan Jakarta menjadi kota yang sangat sibuk, dan bisa jadi menjadi kota yang mahal dan kurang efisien dari sisi ekonomi," kata Utut. 

 

Dari kunjungan kerja muhibah ke Negara Republik Persatuan Myanmar diharapkan mampu menghasilkan kerangka kebijakan pembangunan di Indonesia dan memperoleh informasi yang terkait dengan Peningkatan pemahaman dan kerjasama antar parlemen. Peningkatan kerjasama baik antar parlemen dan antar lembaga. Juga sebagai tindak lanjut kerjasama bidang diplomasi, konsultasi bilateral, dan ekonomi.

 

Selain itu, Wakil Ketua DPR RI Koordinator BAKN, BURT, dan Hubungan Antar Lembaga berbagi informasi mengenai Fungsi dan peran DPR RI, Kemajuan sistem demokrasi di Indonesia kepada pihak-pihak pengambil kebijakan dan para pemangku kepentingan di Negara Republik Persatuan Myanmar.

 

Kunjungan kerja muhibah ini diikuti Anggota Komisi VII Tony Wardoyo (F-PDIP), Anggota Komisi X My Esti Wijayanti (F-PDIP), Anggota Komisi VIII Diah Pitaloka (F-PDIP), dan Anggota Komisi Komisi II Tuti N. Roosdiono (F-PDIP), serta didampingi Minister Counselor Budimansyah.

 

Di Myanmar, delegasi Indonesia juga mengunjungi Naypyitaw City Development, Parlemen Republik Persatuan Myanmar, Kementerian Pariwisata Republik Persatuan Myanmar, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Myanmar. (as/es) 


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Ketua DPR Kutuk Keras Pengeroyokan kepada Anggota TNI
14-12-2018 / PIMPINAN
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengutuk keras pengeroyokan terhadap Anggota TNI AL Kapten Komarudin dan Anggota TNI AD Pratu Rivonanda...
Palestina Jadi Isu Utama Agenda Diplomasi Parlemen
14-12-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, DPR RI selalu konsisten dalam menyuarakan isu Palestina di berbagai forum internasional. Kemerdekaan...
DPR Perdalam Pemanfaatan Energi Terbarukan ke Australia
14-12-2018 / PIMPINAN
Tim Kunjungan Kerja Muhibah DPR RI dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto berkunjung ke Parlemen Adelaide dan beberapa tempat...
Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el
13-12-2018 / PIMPINAN
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyambut baik rencana DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang bertujuan menginvestigasi kasus tercecernya...