Bintang Orator jadi Ajang Pencarian Pemimpin Masa Depan

05-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL

Kabag Humas Biro Pemberitaan Parlemen Sekjen dan BK DPR RI Minarni, Kasubag Humas Tri Hastuti bersama para pemenang Lomba Bintang Orator. Foto: Runi/od

 

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian (BK) DPR RI Minarni menilai ajang perlombaan Bintang Orator yang ditampilkan dalam booth DPR RI pada pameran Anugerah Media Humas (AMH) 2018, menjadi salah satu ajang untuk menemukan calon pemimpin masa depan.

 

“Keseluruhan peserta yang berpartisipasi dalam Bintang Orator sudah terlihat sekali bakat-bakat pemimpin masa depan. Para peserta sangat bersemangat dan berani manyampaikan orasi tanpa kenal adanya rasa malu,” ungkap Minarni saat berlangsungnya pameran AMH 2018 yang juga terintegrasi dengan kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) di Lapangan Ahmad Yani, Tangerang, Banten, Rabu (4/12/2018).

 

Minarni menilai para pengunjung yang turut mendaftarkan diri menjadi peserta orasi sangat tertarik untuk menampilkan bakat orasi mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar untuk menjadi peserta orator.

 

“Sebanyak 50 orang mendaftarkan diri menjadi peserta bintang orator, namun sayang banyak juga diantaranya yang mengundurkan diri dan tidak hadir akibat kurang adanya persiapan. Sehingga jumlah peserta bintang orator dalam 3 hari masa pameran ini sejumlah 20 orang,” jelas Minarni.

 

Ketua Pelaksana Lomba Bintang Orator TV dan Radio (TVR) Parlemen Jaka Sindu menilai secara umum peserta yang mendaftarkan diri menjadi peserta kebanyakan mahasiswa dan pelajar. Namun kemampuan dalam menyampaikan orasi seperti sudah tidak diragukan lagi.

 

“Kemampuan para peserta yang berpartisipasi sangat bagus-bagus hal ini terlihat dari materi orasi yang mereka bawakan. Namun kelemahaannya banyak diantara mereka yang tidak terlebih dahulu menyusun naskah pidato, sehingga materi penyampaian orasi tidak substantif,” jelas Jaka.

 

Lebih lanjut Jaka mengungkapkan kriteria penilaian diantaranya adalah kalimat pembuka yang menarik, kesesuaian dengan tema, muatan orasi, intonasi, artikulasi, dan kalimat penutup menarik. “Yang paling penting muatan orasi harus sesuai dengan tema, kemudian penampilannya. Termasuk kemampuannya dalam menyampaikan orasi,  dalam menyampaikan orasi kan butuh dinamika supaya menarik perhatian,” ucapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, juara pertama Bintang Orator Azzun Fauzan Nur Abdillah yang berasal dari Pondok Pesantren Al Azhar Universitas Muhammadiyah Tangerang menyampaikan rasa bersyukurnya karena telah berhasil menjadi juara pertama.

 

“Saya sangat bersyukur dan mengucapkan rasa terima kasih kepada Humas DPR RI karena dengan diadakannya perlombaan ini, keinginan saya untuk berorasi menyampaikan suatu usulan bisa tersalurkan melalui Bintang Orator ini. Semoga apa yang saya orasikan bisa diketahui oleh masyarakat umum yang Insha Allah masyarakat nantinya mendukung apa yang saya orasikan,” ungkapnya.

 

Materi orasi yang disampaikan adalah adanya hukuman mati untuk para pelaku korupsi. Hal ini untuk memberi efek jera, sehingga nantinya tidak ada lagi pejabat yang terlibat korupsi karena hukumannya sangat berat.

 

“Pasalnya dalam Undang-undang yakni Pasal 2 ayat I tentang Tindak Pidana Korupsi, para pelaku korupsi hanya dihukum dengan hukuman penjara dan denda. Menurut saya hukuman penjara yang diberikan saat ini tidak memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi,” tegasnya.

 

Lomba Bintang orator yang diselenggarakan tahun 2018 bertemakan “Rancangan Undang-Undang Yang Ingin Saya Perjuangkan”. Peserta bintang orator diikuti oleh kalangan umum siswa maupun mahasiswa. Durasi yang dibawakan berdurasi 5 menit dihitung mulai dari perkenalan nama, asal kota dan profesi atau pendidikan saat ini sampai dengan kalimat penutup orasi.

 

Dari total peserta, panitia pelaksana akan menentukan tiga pemenang utama yang akan dinobatkan sebagai Bintang Orator TVR Parlemen DPR RI. Juara yang berhasil dinobatkan menjadi bintang orator TVR Parlemen diantaranya, pemenang ketiga berhasil diraih oleh Rendy Priambudi. Pemenang Kedua diraih oleh Fitria Sekarayu. Keduanya sama-sama berasal dari Universitas Muhammadiyah Tangerang.

 

Diantara 20 peserta yang mengikuti lomba, apresiasi khusus turut diberikan kepada peserta dengan jarak domisili terjauh. Diantaranya, Selve Seserey yang berasal dari Papua serta Marcel Kefas yang berasal dari Malang. (tra/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
BK DPR Harap Tingkatkan Kerja Sama dengan Dewan Legislatif Korsel
13-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian (BK) DPR RI Indra Pahlevi mengharapkan adanya peningkatan hubungan kerja sama lebih jauh antara BK...
Pegawai ASN Harus Teladani Sifat Rasul
12-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Peristiwa Maulid Nabi Muhammad SAW sejatinya memiliki makna yang sangat penting, bukan saja bagi kehidupan kaum muslimin melainkan juga kehidupan...
Penerimaan ASN Diharap Menunjang Reformasi Birokrasi
10-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Deputi Persidangan Setjen dan BK DPR RI Damayanti mengharapkan penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN)) 2018 bisa menunjang agenda reformasi birokrasi...
Tingkatkan Profesionalitas ASN, Setjen DPR Akan Bentuk Asessment Berbasis Kompetensi
07-12-2018 / SEKRETARIAT JENDERAL
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menegaskan bahwa sebagai suatu fase meningkatkan profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat...