Kebijakan Moneter BI Diapresiasi

18-01-2019 / KOMISI XI
Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng memberikan keterangan di sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI meninjau Desa Wisata Giri Alam Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.Foto :Nadya/rni

 

 

Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengaku senang dan mengapresiasi kebijakan moneter yang digunakan oleh Bank Indonesia pada saat dunia global mencemaskan nilai kurs terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melonjak. Menurutnya BI telah mengambil langkah yang sangat responsif dalam menghadapi keadaan global.

 

“BI melihat bahwa kita ini tidak hidup sendiri. Jadi mereka mengambil langkah dengan menaikkan tingkat suku bunga, sehingga mengerem larinya uang-uang yang ditanam di Indonesia,” katanya usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI meninjau Desa Wisata Giri Alam Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Kamis (17/1/2019).

 

Menurut Melchias, dengan adanya kebijakan menaikkan suku bunga itu membuat suku bunga yang ada direm, mulai dari masuknya arus modal balik ke Indonesia, sehingga menguatlah kurs rupiah. Ia berharap BI dapat mengelurkan Peraturan BI untuk memaksa orang-orang yang mempunyai devisa di luar negeri untuk memasukkkan ke Indonesia dan ditukarkan ke rupiah.

 

“Saya berharap BI bisa mengeluarkan peraturan untuk memaksa orang-orang yang mempunyai devisa di luar negeri untuk memasukkan uangnya ke Indonesia dan ditukar ke rupiah. Jadi bukan hanya ditaruh saja di dalam negeri, tapi juga devisa itu ditukar ke bentuk rupiah,” pinta legislator Partai Golkar itu.

 

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi XI DPR RI Amir Uskara. Ia mengakui kebijakan moneter yang ditetapkan BI sudah cukup bagus. Meskipun dari sisi global memang tidak menentu, namun dari sisi internal Indonesia, justru Indonesia mampu mengambil langkah-langkah yang menjaga nilai tukar rupiah selama ini.

 

“Dengan langkah-langkah yang terus diambil oleh BI itu betul-betul bisa menjaga nilai tukar kita dan juga sistem moneter yang terjaga di Indonesia selama ini,” apresiasi legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

 

Sementara Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, hasil rapat Komisi XI DPR RI dengan Gubernur BI, Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas beberapa waktu lalu, pemerintah menyampaikan bahwa mereka masih mempunyai ruang untuk kembali menurunkan nilai tukar rupiah. Dan itu artinya stabilitas yang selama ini diupayakan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia berada dalam kontrol para pengambil kebijakan.

 

“Stabilitas yang selama ini diupayakan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar itu menunjukkan upaya yang memadai dan memberikan hasil. Dan ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia berada dalam kontrol para pengambil kebijakan. Para pengambil kebijakan telah menempuh langkah-langkah yang memadai, sehingga apa yang terjadi saat ini itu adalah buah dari kebijakan yang diputuskan tersebut,” ungkap legislator Partai Golkar itu. (ndy/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
KUR Mampu Persempit Disparitas dan Kesenjangan Ekonomi
11-09-2019 / KOMISI XI
Komisi XI DPR RI ingin memastikan kredit usaha rakyat (KUR) yang mengucur kepada masyarakat benar-benar produktif. KUR bukan hanya mampu...
KUR Mampu Atasi Permasalahan Ekonomi Tingkat Bawah
11-09-2019 / KOMISI XI
Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi program andalan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dapat menguatkan ekonomi rakyat dan mengatasi segala...
KUR Harus Memberdayakan Masyarakat
10-09-2019 / KOMISI XI
Kredit usaha rakyat (KUR) yang sedang digalakkan oleh sejumlah perbankan plat merah diupayakan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat. Tidak hanya itu,...
Penyaluran KUR di Yogyakarta Diapresiasi
09-09-2019 / KOMISI XI
Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Provinsi Yogyakarta sangat diapresiasi oleh Komisi XI DPR RI. Dimana, BNI 46 sebagai salah...