Banyak Tayangan TV tak Mendidik

29-01-2019 / KOMISI I

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari Foto : Arief/mr

 

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyari mengatakan, pihaknya mendapatkan beberapa pengaduan dari masyarakat, akan adanya tayangan televisi (TV) swasta yang sama sekali tidak mendidik yang disajikan pada jam tayang anak-anak. Ia pun mempertanyakan kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait masih banyaknya tayangan televisi yang tidak mendidik pada jam tayang anak-anak itu, yakni sore menjelang maghrib.

 

“Salah satunya adanya kontes bernyanyi (karaoke), namun penyanyinya diuji dengan dimasukkan dalam sebuah tempat kaca yang di dalamnya diisi berbagai binatang yang ditakutinya. Hal itu jelas sekali tidak mendidik, itu bukan ujian yang harus dipertontonkan. Apalagi ditayangkan di jam tayang anak-anak,” tegas Kharis saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran KPI di ruang rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR RI Evita Nurshanty. Ia Mengaku sangat prihatin terhadap berita-berita tentang prostitusi online yang terus menerus ditayangkan atau diekpose di TV. Terlebih lagi wajah mucikari yang di-blur-kan (ditutupi), sementara artis atau tersangka pelaku prostitusi online itu dibiarkan dibuka atau diperlihatkan. Hal ini tentu akan menjadi sebuah penggiringan opini publik terhadap artis tersebut.

 

Oleh karena itu, menurut Kharis, KPI harus membuat semacam format agar setiap media TV tidak lantas berhari-hari memberitakan acara tidak mendidik dan sama itu secara terus menerus. Hal tersebut menurut politisi dari Fraksi PKS ini sempat juga terjadi dalam kasus persidangan kopi sianida yang melibatkan terdakwa Jessica, serta kasus bom Sarinah.

 

“Media harus memberikan informasi oke, tapi jangan sampai pemberitaannya setiap hari dipenuhi berita yang itu lagi-itu lagi. Tentu masih banyak berita atau informasi lain yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap agar KPI membuat semacam format penayangan oleh stasiun televisi,” pungkasnya. (ayu/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi I Usulkan Dibentuk Audit Investigasi TVRI
21-01-2020 / KOMISI I
Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengamati kegaduhan yang terjadi di internal TVRI hingga berujung pada pemecatan Direktur Utama...
Usut Pemecatan Helmy Yahya, Komisi I Panggil Dewas TVRI
21-01-2020 / KOMISI I
Komisi I DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dewas Pengawas TVRI untuk meminta penjelasan terkait pemberhentian Helmy Yahya sebagai...
Norwegia Mitra Penting Indonesia
21-01-2020 / KOMISI I
Norwegia, negara Eropa utara dipandang sangat peting bagi Indonesia. Dari Norwegialah diharapkan pintu gerbang blokade Uni Eropa bisa dibuka bagi...
Kapal Wartawan Istana Terbalik, Abdul Kharis Sampaikan Rasa Prihatin
21-01-2020 / KOMISI I
Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari merasa prihatin dengan kecelakaan terbaliknya kapal wartawan Istana Negara di Labuan...