Pelayanan Terhadap Jemaah Haji Harus Tetap Maksimal

04-02-2019 / KOMISI VIII

Ketua Komisi VIII DPR RI M. Ali Taher Parasong Foto : Azka/mr

 

Ketua Komisi VIII DPR RI M. Ali Taher Parasong meminta kepada Kementerian Agama RI agar tetap meningkatkan jaminan perlindungan dan pelayanan yang terbaik bagi jemaah Haji Indonesia. Menurutnya, ketidaknaikan biaya ibadah Haji tahun ini jangan diasumsikan dengan tidak ada peningkatan pelayanan terhadap jemaah.

 

“Meskipun biaya tidak naik, tetapi pelayanan harus maksimal. Karena ini bagian dari tanggung jawab negara dan juga DPR untuk memberi yang terbaik bagi rakyat,” kata Ali Taher saat konferensi pers seusai rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (04/2/2019).

 

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan bahwa negara memiliki dana yang lebih dari cukup, yang sekarang ini dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). Sampai akhir tahun 2018 lalu, jumlah dana Haji secara keseluruhan termasuk Dana Abadi Umat (DAU) mencapai Rp 113 triliun.

 

Dengan angka yang sebesar itu, sambung Ali Taher, bila ada kenaikan, itu masih dalam batas yang sangat wajar dan sangat rasional. Mungkin saja tahun mendatang kenaikan atau bahkan penurunan biaya Haji bisa saja terjadi tergantung kemampuan pengelolaan anggaran oleh BPKH.

 

“Komitmen yang kita bangun sekarang ini adalah untuk rakyat. Jemaah haji kita kebanyakan dari desa, dari buruh, tani dan nelayan, sehingga ketidaknaikan ini sangat berarti sekali buat mereka,” tegas legislator dapil Banten itu.

 

Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama RI telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019 biaya operasionalnya rata-rata sebesar Rp 35.235.602. Angka tersebut tidak mengalami kenaikan dari BPIH tahun 2018.

 

“Di luar dugaan kita bahwa hampir seluruh fraksi-fraksi sangat memberikan persetujuan ini, tanpa ada tekanan tekanan psikologis maupun politis. Bahwa ini benar-benar menunjukkan kerja umat, kerja kebangsaan, sekaligus kerja ibadah yang kita lakukan bersama-sama,” puji Ali Taher.

 

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid (F-Gerindra) menuturkan terkait perekaman data biometrik yang dianggapnya merupakan salah satu titik rawan dalam penyelenggaraan ibadah Haji. Ia menambahkan, perekaman biometrik tahun lalu berjalan lancar karena biometrik tidak menjadi syarat pembuatan Visa.

 

“Kami minta dengan sangat, agar Kementerian Agama mendesak Kerajaan Arab Saudi agar pembuatan biometrik tidak dikaitkan dengan Visa seperti halnya tahun yang lalu. Sehingga semua yang sudah kita siapkan dengan baik itu bisa kembali baik seperti tahun yang lalu,” pungkas politisi dapil Jawa Barat I itu. (es/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Komisi VIII Temukan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah
23-09-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menegaskan rencana Menteri Agama Fachrul Razi menganulir pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)...
Legislator Dukung KPPPA Ciptakan Pemberdayaan Perempuan Dalam Berwirausaha
22-09-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI M Husni mendukung rencana Kementerian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menciptakan pelatihan kewirausahaan khusus...
Komisi VIII Fokus Bahas RUU Penanggulangan Bencana
22-09-2020 / KOMISI VIII
Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penanggulangan Bencana menjadi fokus utama Komisi VIII DPR RI sebagai...
Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Diapresiasi
21-09-2020 / KOMISI VIII
Anggota Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Foto : Oji/Man Publik mengapresiasi program Pemerintah berupa Penguatan Kompetensi Penceramah Agama. Program...