RUU Kebidanan Bertujuan Tingkatkan Mutu Profesi

13-02-2019 / PARIPURNA

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena menegaskah bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan bertujuan untuk meningkatkan profesi bidan.Foto :Arief/rni

 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena menegaskah bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Kebidanan bertujuan untuk meningkatkan profesi bidan. Sebagai Ketua Panja RUU Kebidanan, ia memaparkan pembahasan RUU Kebidanan dilakukan secara intensif menggunakan landasan berfikir bahwa pengaturan mengenai profesi bidan masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan dan belum menampung kebutuhan hukum dari profesi bidan maupun masyarakat.

 

“Pengaturan kebidanan bertujuan untuk meningkatkan mutu bidan, mutu pendidikan, dan pelayanan kebidanan, memberikan pelindungan, dan kepastian hukum kepada bidan dan klien, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Ermalena dalam laporanya di hadapan Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019). Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto ini mengesahkan RUU Kebidanan menjadi Undang-Undang.

 

Menurut Erma, sapaan akrab Ermalena, sebelum ada landasan hukum yang mengatur tentang profesi bidan akibatnya tak ada kepastian hukum bagi bidan dalam menjalankan praktik profesinya, sehingga belum memberikan pemerataan pelayanan dan pelindungan bagi bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan serta masyarakat sebagai penerima pelayanan kebidanan. 

 

Erma juga menjelaskan, dalam era jaminan kesehatan nasional saat ini, jejaring dan kerja sama tim tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada semua tingkat pelayanan merupakan hal yang penting dan harus mendapat perhatian. Hal tersebut perlu didukung dengan pengaturan tenaga kesehatan, termasuk di dalamnya bidan, yang diharapkan akan menjadi salah satu dasar hukum penyelenggaraan. 

 

Bidan sebagai salah satu jenis profesi tenaga kesehatan pemberi pelayanan kesehatan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan secara profesional, kompeten dan memenuhi standar. “Hal ini dimaksudkan agar masyarakat penerima pelayanan kesehatan dapat terlindungi dari praktik Kebidanan yang dapat merugikan kesehatan masyarakat," ujar Ermalena. 

 

Legislator PPP itu juga memaparkan, saat ini pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Untuk mewujudkan itu, diperlukan perencanaan pembangunan kesehatan secara sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, serta keterlibatan berbagai komponen bangsa.

 

Erma berpandangan penyelenggaraan pembangunan kesehatan perlu didukung oleh tenaga kesehatan yang berkualitas dan memadai jumlahnya. Ketersediaan tenaga kesehatan baik dari segi jenis, jumlah dan distribusi yang merata, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. (eko/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Sarankan Pembahasan RUU HIP Dibatalkan
18-06-2020 / PARIPURNA
Perguliran aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU HIP) telah dilihat mendapatkan reaksi publik yang sangat luas. Publik dan sejumlah kelompok masyarakat juga...
Hentikan Genosida terhadap Falun Dafa
18-06-2020 / PARIPURNA
Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto memberikan perhatian serius atas perlakukan tidak manusiawi selama 21 tahun terahir, yakni penganiayaan...
Penetapan Asumsi Pertumbuhan Ekonomi diliputi Ketidakpastian
18-06-2020 / PARIPURNA
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan Rapat Paripurna Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 dengan agenda tunggal yakni...
Pemerintah Diharapkan Fokus pada Pembangunan SDM
16-06-2020 / PARIPURNA
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha membacakan pandangan fraksi atas Keterangan Pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan...