Komisi VII Dukung Bali Kembangkan Energi Terbarukan

15-02-2019 / KOMISI VII

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI dengan Gubernur Bali beserta jajaran di Gedung DPRD Bali Foto : Andri/mr

 

Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mendukung keinginan Gubernur Bali Wayan Koster dan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengembangkan energi terbarukan (renewable energy) untuk mewujudkan Bali sebagai clean and green energy. Hal ini agar krisis ketersediaan cadangan energi saat ini dapat teratasi.

 

“Dalam roadmap ketahanan energi Indonesia hingga 2025, harus ada energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi mengatasi tingkat kebutuhan energi masyarakat yang makin tinggi,” kata Gus Irawan saat memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI dengan Gubernur Bali beserta jajaran di Gedung DPRD Bali, Kamis (14/2/2019).

 

Lebih lanjut legislator Partai Gerindra itu menjelaskan, berbagai regulasi dan kebijakan mulai dirancang Pemerintah Provinsi Bali, satu diantaranya adalah akan diterapkan penggunaan kendaraan ramah lingkungan berupa sepeda motor dan mobil listrik.

 

“Kita lihat kondisinya, kendaraan bermotor yang kita gunakan menggunakan energi dari minyak mentah. Lantas mesin pembangkit listrik yang dibangun pun dulunya mengutamakan bahan bakar minyak sebagai energi utama,” imbuh Gus Irawan.

 

Legislator dapil Sumatera Utara itu menambahkan, energi yang bersumber dari minyak akan habis 20 hingga 25 tahun lagi. Negara-negara maju pun sudah mencoba berbagai cara memanfaatkan energi alternatif. Hal itu juga yang harus dilakukan oleh Indonesia.

 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan keinginanya soal regulasi penggunaan sepeda motor dan mobil listrik. “Kita akan mengarah ke sana ke depan, mengarah pada penggunaan sepeda motor listrik secara bertahap. Mobil listrik juga,” kata Gubernur Bali.

 

Penerapan regulasi ini, menurutnya, akan diberlakukan secara bertahap dan saat ini masih menunggu regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) dari pemerintah. Gubernur Bali berharap, regulasi ini dapat selesai pada awal Maret 2019 mendatang. (man/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Peneliti Disarankan Tidak Hanya Ikuti Jurnal Internasional
21-01-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris berharap, para peneliti dari Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional...
Anggota DPR Pertanyakan Kesiapan Pertamina Kelola Blok Rokan
21-01-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika menanyakan kesiapan PT Pertamina untuk mengelola Blok minyak dan gas Rokan setelah keputusan...
Pencemaran Lingkungan Akibat Kebocoran Pipa Gas PT Chevron Dipertanyakan
21-01-2020 / KOMISI VII
Anggota Komisi VII DPR RI, Abdul Wahid mempertanyakan komitmen PT Chevron Pacific Indonesia dalam memulihkan lingkungan, khususnya tanah yang terkontaminasi...
KKKS Diminta Perjelas Target ‘Lifting’ Minyak Nasional
20-01-2020 / KOMISI VII
Komisi VII DPR RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyepakati target produksi siap jual atau lifting...