Bandara Internasional Kunci Utama Pariwisata Papua Barat

19-02-2019 / KOMISI X

Anggota Komisi X DPR RI Zuhdi Yahya (tengah). Foto: Erman/jk

 

Anggota Komisi X DPR RI Zuhdi Yahya mengatakan, pembangunan bandar udara (bandara) internasional akan menjadi kunci majunya dunia pariwisata di Papua Barat. Karena Papua Barat, khususnya Raja Ampat sudah termasuk dalam prioritas destinasi wisata Indonesia. Bahkan, banyak wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Raja Ampat.

 

“Apakah nanti akan dibangun di Waisai atau Sorong, silakan. Kita lihat Pemerintah Provinsi Papua Barat akan mengajukan bandara internasional, saya yakin akan memudahkan wisatawan asing untuk datang,” kata Zuhdi usai pertemuan jajaran Pemprov Papua Barat dan stakeholder bidang pariwisata Papua Barat, di Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (15/2/2019).

 

Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI pun melihat dan merasakan secara langsung perjalanan dari Kota Sorong ke beberapa destinasi wisata di Raja Ampat, yaitu Piaynemo, Kampung Wisata Arborek serta Dive Lodge. Beberapa kendala dirasakan, diantaranya aksesibilitas, infrastruktur, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM).

 

Sebagai pintu masuk ke wisata raja ampat, legislator Fraksi PDI Perjuangan ini menilai Pelabuhan Sorong yang melayani penyeberangan ke Pelabuhan Waisai, yang juga menjadi akses menuju Raja Ampat, masih belum memenuhi standar yang baik untuk keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Tentu ini menjadi catatan yang harus mendapat perhatian.

 

“Selain itu masih ada permasalahan mengenai kesiapan masyarakat di lingkungan Raja Ampat dan sekitarnya, termasuk permasalahan pramuwisata atau guide lokal. Dimana wisatawan sering tidak memanfaatkan pramuwisata lokal, serta ada kendala tumpang tindih kewenangan antara Dinas Pariwisata dengan Dinas Pendapatan Daerah,” jelas Zuhdi.

 

Pada pertemuan dengan Pemprov Papua Barat dan stakeholder pariwisata yang ada di Papua Barat, selain mengusulkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kota melalui Dinas Pariwisata Provinsi untuk menyampaikan roadmap atau blueprint seluruh potensi pariwisata, Komisi X DPR RI juga meminta antar destinasi wisata yang Papua Barat untuk saling terkoneksi.

 

“Jadi apabila para turis datang, mereka tidak hanya ke Raja Ampat. Begitu turun di Sorong, ada wisata apa di Sorong, di Tambrauw apa, begitupun dengan sekitarnya. Jadi ada semacam paket wisata. Dan pembangunan ini tidak bisa bisa sendiri, semuanya harus saling mendukung,” pungkas legislator daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur itu. (es/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Rencana Menghilangkan Mapel Sejarah Sangat Meresahkan
23-09-2020 / KOMISI X
Wacana menghilangkan mata pelajaran (mapel) sejarah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah meresahkan banyak pIhak, terutama para guru...
Pagu Definitif Kemenparekraf Rp 4,907 Triliun
23-09-2020 / KOMISI X
Pagu definitif untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI tahun 2021 akhirnya ditetapkan sebesar Rp 4.907.148.382.000. Besaran anggaran ini...
Anggaran Terbatas, Komisi X Optimis Kemenpora Capai Target
22-09-2020 / KOMISI X
Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga RI walau terbatas, namun Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai Kemenpora akan...
Anggaran Perpusnas Perlu Diefisienkan
22-09-2020 / KOMISI X
Anggota Komisi X DPR RI Adrianus Asia Sidot menyarankan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI agar diefisienkan penggunaannya. Pengawasan pun menjadi...