Pemilu 2019 untuk Kejayaan Bangsa

04-03-2019 / PARIPURNA

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat Pidato Pembukaan Masa Persidangan IV di hadapan Rapat Paripurna DPR RI. Foto: Kresno/rni

 

Pemilu serentak yang digelar pada tahun 2019 ini merupakan ekspresi kejayaan Bangsa Indonesia. Pemilu merupakan gerbang kemajuan bagi Indonesia. Dari Pemilulah pemimpin bangsa ini dilahirkan untuk lima tahun ke depan. Sebagai negara demokratis terbesar di dunia, Indonesia akan kian disegani bangsa-bangsa lain bila berhasil melaksanakan Pemilu.

 

“Saya kembali mengajak semua elemen bangsa, mari kita jadikan Pemilu 2019 sebagai pintu gerbang menuju kemajuan dan kejayaan bangsa,” ucap Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dalam Pidato Pembukaan Masa Persidangan IV di hadapan Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (04/3/2019).

 

Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI ini menekankan, Pemilu harus dijadikan ajang adu ide dan gagasan, bukan permusuhan dan kebencian. Politik di Tanah Air harus menjauhkan diri dari anasir permusuhan dan kebencian itu yang merusak pondasi bangunan berbangsa. Pemilu sekali lagi jadi kebijakan hulu suatu bangsa untuk memulai pembangunan.

 

“Kalau kita sukses untuk kesekian kalinya melaksanakan Pemilu secara damai, maka Indonesia akan menjadi pendatang baru sebagai kampiun demokrasi baru di dunia. Karena itu, Pemilu harus dijadikan harus dijadikan persaingan ide dan gagasan, adu visi dan program, serta lomba kecerdasan strategi untuk meraih simpati dan dukungan rakyat,” papar politisi Partai Golkar ini.

 

Kodrat bangsa Indonesia yang sangat beragam merupakan aset berharga yang tak boleh dirusak oleh permusuhan dalam Pemilu. Perbedaan pilihan politik tak boleh mengorbankan kebhinekaan Indonesia. Bamsoet bahkan mengingatkan, membenci dan memusuhi lawan politik sebaiknya sederhana saja, karena bisa jadi lawan politik itu kelak akan menjadi kawan politik yang dipuja-puja.

 

“Mengutip kalimat bijak seorang tokoh Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin yang mengutip pula dari Ali Bin Abi Thalib RA, yakni, cintailah kekasihmu sedang-sedang saja karena boleh jadi suatu saat, engkau akan membencinya. Kalau kita kaitkan dengan kondisi kekinian, cintailah paslon presiden-wakil presiden pilihanmu sedang-sedang saja, karena boleh jadi suatu waktu, engkau akan membencinya. Begitu juga sebaliknya,” jelas Bamsoet. (mh/sf)


  • SHARES
BERITA TERKAIT
Legislator Sarankan Pembahasan RUU HIP Dibatalkan
18-06-2020 / PARIPURNA
Perguliran aspirasi Rancangan Undang-Undang (RUU HIP) telah dilihat mendapatkan reaksi publik yang sangat luas. Publik dan sejumlah kelompok masyarakat juga...
Hentikan Genosida terhadap Falun Dafa
18-06-2020 / PARIPURNA
Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto memberikan perhatian serius atas perlakukan tidak manusiawi selama 21 tahun terahir, yakni penganiayaan...
Penetapan Asumsi Pertumbuhan Ekonomi diliputi Ketidakpastian
18-06-2020 / PARIPURNA
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan Rapat Paripurna Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 dengan agenda tunggal yakni...
Pemerintah Diharapkan Fokus pada Pembangunan SDM
16-06-2020 / PARIPURNA
Anggota DPR RI dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha membacakan pandangan fraksi atas Keterangan Pemerintah terhadap Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan...